RSUD Teluk Bintuni Didorong Jadi Rumah Sakit Unggulan Papua Barat

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Direktur RSUD Teluk Bintuni, Novita Panggau, menegaskan komitmennya menjadikan RSUD Teluk Bintuni sebagai rumah sakit unggulan di Papua Barat. Hal itu disampaikan saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dirangkaikan dengan HUT ke-14 RSUD Teluk Bintuni.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menjadikan RSUD Teluk Bintuni sebagai salah satu institusi kesehatan terbaik di Papua Barat,” ujar Novita dalam sambutannya saat acara di gedung pertemuan RSUD Teluk Bintuni, Rabu (12/11/2025).

Baca juga:  Pemadaman Bergilir di Manokwari, Golkar Manokwari Dorong PLN Siapkan Masterplan

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan RSUD Teluk Bintuni. Dukungan dari berbagai elemen disebut menjadi kunci kemajuan rumah sakit kebanggaan masyarakat Teluk Bintuni itu.

Menurut Novita, RSUD Bintuni mulai dibangun pada 2011 oleh Pemkab Teluk Bintuni. Setahun kemudian, rumah sakit tersebut mulai beroperasi dengan kapasitas 50 tempat tidur.

Pada 2015, kapasitasnya meningkat menjadi 100 tempat tidur seiring peningkatan status menjadi Rumah Sakit Kelas C. Peningkatan itu berlanjut hingga tahun 2022, ketika RSUD Bintuni resmi menjadi Rumah Sakit Kelas B dengan kapasitas 200 tempat tidur.

Baca juga:  Wabup Bintuni Tinjau Sekolah dan Puskesmas di Aroba, Butuh Guru-Nakes

“Di tahun 2025 ini, RSUD Teluk Bintuni telah memiliki fasilitas dan kapasitas yang memadai, sehingga banyak hal yang dapat kami lakukan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah ini. Harapan kami, RSUD Bintuni terus tumbuh menjadi institusi kesehatan yang unggul dan mampu bersaing di tingkat nasional,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Bintuni, Joko Lingara, menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan menghargai jasa para pendiri RSUD Bintuni. Ia menilai keberhasilan lembaga tidak lepas dari kekompakan dan kerja keras semua pihak di dalamnya.

Baca juga:  ‎Karhutla di Gunung Botak Mansel Berangsur Reda, Polisi Temukan Tiga Titik Api

“Keberhasilan suatu lembaga dapat dilihat dari kekompakan orang-orang di dalamnya. Jangan pernah melupakan jasa para pendiri, karena dengan ide dan kerja keras mereka, rumah sakit ini bisa berdiri. Mari terus tingkatkan kualitas kerja agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ucapnya.

Joko juga mengajak para tenaga medis dan staf rumah sakit agar terus bersemangat memberikan pelayanan terbaik. Menurutnya, semangat dan ketulusan tenaga kesehatan menjadi fondasi utama peningkatan kualitas layanan. (LP5/red)

Latest articles

Sentilan BP3OKP Papua Barat: Daerah Kaya SDA, tapi Masyarakat Miskin

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat menyoroti kondisi masyarakat yang masih miskin di tengah kekayaan sumber daya...

More like this

Sepertiga Warga Pegaf Masuk Kategori Miskin, Tertinggi di Papua Barat

MANOKWARI, LinkPapua.id – Hampir sepertiga warga Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) masuk kategori miskin dengan...

Maju Sebagai Calon Ketum KONI Papua Barat, Mola Resmi Kembalikan Berkas Pencalonan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Berkas Pendaftaran bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua...

Yosias Saroy Resmi Serahkan Berkas Pencalonan Ketua KONI Papua Barat

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, Yosias...