Tensi Tinggi, Plt Sekda Bintuni Batal Divaksin

Published on

BINTUNI, Linkpapuabarat.com-Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni, Frans N awak dan Asisten II Setda Teluk Bintuni, Ida Bagus putu Suratna, batal divaksin lantaran tensi tinggi saat tahapan awal screening pada saat pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama, di Rumah Sakit Umum Daerah, Distrik Bintuni Barat, kilo meter 7, senin (1/2/21).

Rencana awal, pencangan vaksinasi akan disuntikan kepada sekitar 15 tokoh diantaranya Plt sekda Frans N awak, Asisten II Ida Bagus putu Suratna, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hans Rachmatulloh, Dandim 1806 diwakili Letkol Inf.Faisol Izzudin Karimi Dan Brigif 26/GPW, Kepala kejaksaan Teluk Bintuni Marthen Thandi, SH, Kadis Kesehatan, Fanky D mobilala, Apoteker Ali Ridwan, serta beberapa perwakilan tokoh Agama danTokoh masyarakat.

Baca juga:  Musyawarah IDI Teluk Bintuni, Bupati Tekankan Jangan Beda-bedakan Pasien

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans Rachmatulloh setelah divaksin sinovac dan menjalani observasi selama kurang lebih 30 menit, mengaku aman-aman saja, tidak merasakan gejala apapun.

“Vaksinasi ini adalah program pemerintah yang sudah dipelajari serta dilakukakan antisipasi, saya berharap kepada seluruh masyarakat kabupaten Teluk Bintuni yang memang memenuhi syarat agar bersedia menerima vaksin,” ajak Kapolres.

Baca juga:  Rayakan Paskah dan HUT Ke-50 IKT Teluk Bintuni, Warga Toraja Tunjukkan Semangat Kebersamaan

Kadin Kesehatan, Fanky D mobilala usai divaksin mengatakan vaksinasi tahap dua direncanakan akan dilaksanakan tanggal 14-15 Februari 2021.

” Fungsi dari vaksinasi untuk pembentukan kekebalan imunitas dalam tubuh, setelah proses vaksinasi akan mendapatkan sertifikat agar tidak perlu lagi rapid tes atau swab anti gen lagi karna sudah di vaksin sinovac, dikarenakan sistem kekebalannya sudah terbentuk,” jelas Franky.

Terpisah, Ketua Bidang Kominfo Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Teluk Bintuni Wawan Gunawan, yang juga salah seorang peserta penerima vaksin kepada wartawan mengaku puas karena sebelum divaksin terlebih dahulu harus melalui beberapa tahapan dari petugas medis.

Baca juga:  Sosialisasi Pemilu 2024, KPU Papua Barat dan Teluk Bintuni Sasar Rumah Kos hingga Lapak Sayur

“Ibarat mau membersihkan selokan yang kotor agar jadi bersih, maka kita harus berani kotor, jika ingin masyarakat dan umat selamat dari isu-isu miring yang berkembang menganai vaksin, maka Bismillah, saya siap duluan sebelum masyarakat dan umat yang merasakannya,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai salah satu pekerja media ini. (LPB5/red)

Latest articles

Penduduk Miskin Papua Barat Capai 98.460 Orang di Maret 2026, Terbanyak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Jumlah penduduk miskin di Papua Barat mencapai 98.460 orang pada Maret 2026. Mayoritas penduduk miskin tersebut berada di wilayah perdesaan dengan...

More like this

Pemkab Bintuni Groundbreaking Pembangunan Pelabuhan Babo Rp78,7 Miliar, Target Selesai 1,5 Tahun

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat, memulai pembangunan Pelabuhan...

Sertijab Kapolsek Bintuni, Iptu Fauzan Maulana Resmi Gantikan AKP Yan Apriyana

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Polres Teluk Bintuni, Papua Barat, menggelar serah terima jabatan (sertijab)...

Pemkab Teluk Bintuni dan BBPJN Teken Sinergi Penanganan Jalan Nasional, Hadirkan Konektivitas-Gerakkan Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional...