Yudisium Perdana FEB UNCRI Manokwari, 111 Mahasiswa Sandang Gelar Sarjana

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mengukuhkan 111 lulusan baru dalam yudisium perdana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Manokwari. Momen bersejarah ini merupakan buah dari penggabungan dua institusi perguruan tinggi, yakni STIH Caritas Papua dan STIE Mah-Eisa Manokwari, yang kini telah bersatu menjadi UNCRI.

“Yudisium merupakan sebuah pencapaian yang tidak mudah dan merupakan hasil kerja keras, dedikasi dan pengorbanan yang tulus baik dari mahasiswa dan juga keluarga serta dosen yang mendampingi perjalanan akademis mereka,” ujar Dekan FEB UNCRI, Manuel Lambi, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga:  Pj Gubernur Ali Baham Lepas Kontingen Papua Barat ke PON 2024: Jadilah Patriot Olahraga!

Lambi menjelaskan yudisium Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen ini merupakan periode pertama pada tahun akademik 2025/2026. Sebanyak 111 mahasiswa yang dikukuhkan tersebut kini secara resmi berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE).

Prestasi akademik pada yudisium perdana ini tercatat cukup membanggakan dengan adanya 13 mahasiswa yang meraih IPK di atas 3,75. Persentase kelulusan tepat waktu dalam empat tahun juga mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 38,73 persen.

“Prestasi ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah Program Studi Manajemen UNCRI. Selain itu, kelulusan tepat waktu dalam 4 tahun meningkat secara signifikan menjadi 38,73 persen dibandingkan pada lulusan sebelumnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Rakorda Baznas Papua Barat, Pj Gubernur Sebut Pentingnya Saling membantu

Rektor UNCRI Prof Roberth KR Hammar dalam pesannya menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk memiliki keberanian dalam berinovasi. Dia mendorong generasi muda Papua untuk tidak hanya mencari kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan pencipta peluang tetapi generasi muda yang berani membangun usaha, menciptakan lapangan kerja dan memanfaatkan teknologi untuk kemajuan masyarakat. Untuk para Yudisium ingat kesuksesan tanpa integritas tidak akan pernah membawa kebahagian sejati,” pesan Prof Hammar.

Baca juga:  Hermus Lantik Ketua dan Wakil Ketua STT Erikson-Tritt Manokwari

Dia juga berharap nilai-nilai kemanusiaan dan semangat Caritas-Kasih terus dibawa oleh para alumni dalam setiap langkah perubahan. Pengetahuan yang didapatkan selama masa perkuliahan diharapkan menjadi bekal kuat untuk membangun peradaban di masa depan.

“Saya yakin akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang membawa perubahan bagi Tanah Papua, Indonesia dan dunia,” harapnya. (*/red)

Latest articles

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Pengadilan Negeri (PN)...

More like this

RTRW Laut Belum Tuntas, Perairan Papua Barat Dibayangi Kapal Pelanggar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) laut Papua Barat belum tuntas sehingga...

‎Gerakan Tanam Padi Prafi Target 634 Hektare, Pemprov Papua Barat: Jangan Berhenti di Luas Tanam

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mendorong Gerakan Tanam Padi PM-AAS di...

‎RZWP-3-K Papua Barat Disusun Ulang, Gubernur Ingatkan Potensi Konflik Ruang Pesisir

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyusun ulang dokumen Rencana Zonasi Wilayah...