Kapal Indi Nurmatalia Karam Berhari-Hari, Kawal : Ini Kejahatan Lingkungan

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com- Kapal Indinurmatalia pengangkut semen yang karam sejak 7 Agustus 2021 lalu di Teluk Doreri, Manokwari Papua Barat hingga kini belum juga dievakuasi.

Kapal tujuan pelabuhan Mimika Papua yang memuat 220 Ton semen itu bahkan menjadi pemandangan tersendiri di laut dan dapat merusak ekosistem terumbu karang.

Peristiwa karamnya kapal yang diduga salah jalur itu membuat pecinta laut dari Komunitas Anak Wondama Abdi Lingkungan (Kawal) Papua Barat angkat bicara.

Baca juga:  Wabup Andi Kayukatuy Target Pembangunan Posko Covid Simpang Goro Tuntas 1 Bulan

Ketua Komunitas Kawal, Yan Anthon Yoteni bahkan menyoroti kapala karam itu, Pasalnya dapat merusak ekosistem setempat terutama terumbu karang.

“Kawal Papua Barat pada 4 Juni 2018 sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat adat Doreri untuk melindungi, menjaga dan memberdayakan wilayah mulai dari pulau Lemon, Imoni 1 dan 2 di Selatan Pulau Lemon. Sehingga dengan kejadian karamnya kapal pengangkut semen, komunitas yang selama ini konsen terhadap persoalan lingkungan menyesalkan kejadian tersebut karena jalur yang dilewati tidak seharusnya dilalui sehingga itu murni merupakan human error,”ungkap dia Rabu (11/8/2021).

Baca juga:  Masyarakat Adat Kuri Wamesa Soug Dukung Pembangunan Jalan Trans Papua Barat

Kelalaian yang dilakukan oleh awak kapal itu menurut Yoteni tidak seharusnya terjadi, terlebih kapal tersebut sudah pasti dilengkapi oleh navigasi yang baik.

“Apa yang terjadi ini merupakan kejahatan terhadap lingkungan. Untuk itu ini kita bawa ke jalur hukum bahkan Kawal sudah menyiapkan pengacara. Harus ada tindakan terhadap apa yang dilakukan itu. Selama ini komunitas pecinta alam menjaga terumbu karang secara sukarela karena merupakan panggilan hati,”tambah Yoteni.

Baca juga:  Wabup Wondama: TMMD di Yabore Angkat Harkat Sosial-Ekonomi Masyarakat   

Sejumlah komunitas pecinta alam berupaya menjaga kelestarian perairan di sekitar Teluk Doreri terutama keberlangsungan terumbu karang maupun ancaman sampah plastik. Kapal tersebut karam sejak 7 Agustus yang lalu.(LP3/Red)

Latest articles

Papua Barat Lepas 20 Peserta MTQ Korpri Nasional, Bawa Target Perbaikan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melepas 20 peserta untuk mengikuti MTQ Korpri tingkat nasional ke-8 di Makassar dan Pangkep, Sulawesi Selatan...

More like this

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...

Festival Kopi Manokwari Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan Promosi Produk Lokal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Festival Kopi yang digelar Komunitas Kopi Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten...