Masyarakat Adat Kuri Wamesa Soug Dukung Pembangunan Jalan Trans Papua Barat

Published on

WASIOR, linkpapua.com- Kepala Suku Besar Kuriwamesa Soug Sefnat Kurube memberikan dukungan terhadap pembangunan jalan Trans Papua Barat untuk arah Manokwari – Wasior khususnya ruas Mameh – Nikiwar di Kabupaten Teluk Wondama.

Kurube menyatakan pembangunan jalan Trans Papua Barat adalah untuk kepentingan masyarakat banyak termasuk warga Suku Besar Kuri Wamesa Soug sendiri.

Karena itu urusan ganti rugi hak ulayat yang menjadi hak masyarakat adat jangan sampai menghambat pembangunan jalan nasional tersebut.

“Saya menyatakan mendukung pelaksanaan pembangunan jalan Trans Papua-Papua Barat untuk kepentingan pembangunan dan kepentingan orang banyak,” ujar Kurube menyoal tuntutan masyarakat setempat terkait hak ulayat jalan Trans Papua Barat ruas Mameh-Nikiwar-Wasior melalui rilis pers yang diterima, Sabtu (13/11).

Baca juga:  PT LNG Klarifikasi Polemik Tenaga Kerja, Sebut Masih Tahap Pra-Konstruksi

Dia mengatakan jalan Trans Papua Barat akan mendorong percepatan kemajuan wilayah di Kabupaten Teluk Wondama. Sebab, dengan terbukanya akses jalan maka perekonomian akan bergerak sehingga pada gilirannya akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai Kepala Suku yang menginginkan adanya pembangunan, saya dan masyarakat sangat setuju dengan pembangunan jalan trans ini,” ucap Kurube.

Baca juga:  Golkar Teluk Wondama Penuhi Target Penjaringan Bacaleg

Meski demikian, dia menekankan, pemerintah tidak boleh mengabaikan hak dan kepentingan masyarakat adat setempat.

Sebab bagaimanapun, jalan Trans Papua Barat dibangun di atas tanah adat yang sudah secara turun temurun merupakan tempat mencari hidup. Di kawasan itu juga terdapat situs keramat yang disakralkan masyarakat setempat.

“Saya harap pembangunan jalan terus berlanjut, tapi pemerintah daerah baik Kabupaten Teluk Wondama maupun Provinsi Papua Barat juga harus bisa menjawab hak masyarakat adat yang berlaku di tanah Papua,” tutur Kurube.

Baca juga:  Resmi Terbentuk, AKD DPRK Teluk Wondama Sudah Ditunggu RAPBD 2025

Sekedar diketahui, pekerjaan jalan Trans Papua Barat khususnya ruas yang menghubungkan Distrik Tahota di Kabupaten Manokwari Selatan dengan Distrik Nikiwar dan Distrik Windesi di Kabupaten Teluk Wondama sempat terhenti beberapa waktu akibat adanya pemalangan atau blokade oleh masyarakat adat dari Suku Besar Kuri Wamesa Soug.

Masyarakat menuntut kepastian pembayaran ganti rugi tanah dan kawasan hutan yang terdampak pembangunan jalan nasional itu. (Rex/red)

Latest articles

Bupati Mansel Semprot ASN Malas-Jarang Ikut Apel Gabungan

0
MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Bernard Mandacan menyemprot Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat. Teguran keras ini...

More like this

Muskab KONI Pegaf Diminta Bebas dari Intervensi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pegunungan...

Suriyati: DPRK Akan Uji Kesesuaian Program dalam LKPJ Bupati 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Wakil Ketua DPRK Manokwari Suriyati mengatakan pihaknya dalam beberapa waktu kedepan...

DPRK Manokwari Minta OPD Lengkapi Data Program untuk Evaluasi LKPJ 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi IV DPRK Manokwari meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang...