Kisah Haru Alumni P2TIM: Terpuruk, Nganggur, Lalu Menembus Qatar

Published on

BINTUNI, Linkpapua.com – Donatus, salah satu Alumni P2TIM Bateh 6 jurusan Electrical berhasil menembus pasar tenaga kerja industri di Qatar. Ia menceritakan pengalamannya yang tidak mudah.

Ia sempat terpuruk. Jadi pengangguran. Sebelum akhirnya ia menemukan jalan terbaiknya.

Donatus menuturkan, ia mengenal Petrotekno dari media sosial dan pada saat itu berkeinginan untuk mengikuti pelatihan di P2TIM. Setelah memenuhi semua persyaratan ia diterima untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.

“Selama mengikuti pendidikan, saya sudah banyak mendapatkan ilmu khususnya di bagian industry Oil And Gas.Namun banyak juga rintangan yang saya lewati selama di tempat karantina. Dipindah sana sini tetapi pada akhirnya saya bisa diwisuda dengan kualifikasi electrical,” kata Donatus.

Baca juga:  Kapolres Kampar Panen Raya Jagung: Wujud Dukungan Nyata untuk Ketahanan Pangan Nasional

Lebih lanjut diceritakan Donatus, setelah selesai diwisuda, ia tidak langsung bekerja akibat adanya pandemi Covid-19. Akan tetapi setelah berselang beberapa bulan ia diterima untuk bekerja di PPA selama 4 bulan.

Setelah itu ia memutuskan untuk berangkat dengan dua orang temannya mencari pekerjaan di Batam. Selama di Batam ia memasukkan lamaran di berbagai perusahaan, tetapi belum juga diterima sampai kemudian ia harus menganggur selama 3 bulan.

“Namun dengan kesabaran, akhirnya saya diterima untuk bekerja di PT Angkasa Engineers Indonesia sebagai seorang electrical yang merupakan subcon dari PT SOME di project Gallaf bateh,” tuturnya.

Baca juga:  Momentum HUT Kemerdekan RI, Ini Deretan Harapan Ketua DPD KNPI Teluk Bintuni

Kata dia, selama bekerja di PT Angkasa ia dituntut selalu disiplin. Tanggung jawab dan bekerja di bawah tekanan.

“Dan pada akhirnya karena dengan kesabaran, keuletan dan kerja keras, saya dipilih untuk diberangkatkan bekerja di Negara Qatar sebagai Offshore di PT North Oil Company,” jelasnya.

“Kami difasilitasi dan diberi training graffils dari PT seperti Bossiet, H2S, Oguk English Corse dan Apave Training. Semua training training di perusahaan atau mandatory agar kami bekerja di Offishore,” tambah Donatus.

Donatus berpesan kepada anak anak Bintuni agar jangan menyerah dengan keadaan. Harus berusaha lebih giat. Ia mengatakan, apapun yang dicita-citakan selalu ada jalannya asal dilakukan dengan bersungguh-sungguh.

Baca juga:  15 Tahun Menanti, Warga Sebyar Kembali Tuntut Kompensasi Rp32 M

“Bagi teman – teman yang sudah bekerja, bekerjalah dengan disiplin, banyak bertanya kepada atasannya dan selalu bersyukur untuk semuanya, kita semua akan mendapatkan kesempatan yang sama dengan cara yang beda-beda,” imbuh Donatus.

Donatus juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni dan pihak Petrotekno yang telah menyelenggarakan pelatihan bagi anak anak Papua dan non Papua. Menurutnya, P2TIM telah mencetak banyak talenta dari Papua. (LP5/Red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi...

Survei Kerukunan Bintuni, Wabup Joko Minta Data Disampaikan Objektif

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Wabup Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat...

Antisipasi Konflik Zona Merah, Kesbangpol Bintuni Masuk Kampung Perkuat Wawasan Kebangsaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...