UNESCO Minta Gubernur Perkuat Larangan Perburuan Penyu di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Markus Fatem, petugas konservasi penyu belimbing UNESCO Perwakilan Tambrauw Papua Barat, mengatakan akan melakukan langkah konkret untuk konservasi penyu belimbing. Ia akan menemui Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, guna membahas upaya perlindungan di masa depan.

“Sebagai kepala wilayah gubernuran di Taman Pesisir Jeen Womom, Gubernur PB perlu memahami tingkat kegiatan perlindungan dan pemanfaatan konservasi penyu belimbing untuk kehidupan berkelanjutan di masa depan berdasarkan prinsip-prinsip Biodiversitas Internasional,” terang Markus dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Markus mengaku akan audiensi dalam waktu dekat. Menurutnya, konservasi penyu di pasir panjang telah disiapkan proposalnya.

Baca juga:  Pemberkasan 1.002 Honorer Pemprov Papua Barat Rampung, Tinggal Tunggu Penetapan

Markus menjelaskan, proposal terkait yang ia maksudkan yakni kegiatan perlindungan penyu belimbing yang harus dimasukkan dalam peraturan daerah khusus (perdasus) tentang larangan perburuan satwa endemik khas Papua Barat.

“Untuk Papua Barat kita ini provinsi konservasi patut diberi perlindungan terhadap satwa endemik melalui aturan-aturan lokal legal sektoral yang merupakan hak kekayaan hewan alam semesta dan budaya ini hak asasi manusia perlu wariskan berdasarkan penjabaran UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua barat,” jelasnya.

Baca juga:  Aturan Baru PPKM Level 3 di Papua Barat, Rumah Makan Buka Hingga Pukul 21.00

Markus juga membeberkan dalam pelaksanaan kegiatan perlindungan dan pemanfaatan konservasi penyu belimbing, UNESCO bersama masyarakat adat dan para pemangku kepentingan konservasi bekerja sama.

“Banyak masyarakat yang kita libatkan dalam kegiatan yang dimaksud namun terdapat dan masih banyak kekurangan. Nah, hal ini patut kami sampaikan pemerintah setempat untuk direspons secara baik,” bebernya.

Ia mengutarakan selama kegiatan berjalan kurang lebih 10 tahun ini UNESCO memiliki mitra kerja yakni LPPM Unipa, WWF Indonesia, Yayasan Penyu Laut Indonesia, dan NOOA Amerika.

Seperti diketahui, tiap tahunnya 75 persen aktivitas peneluran penyu belimbing di Pasifik Barat berpusat di pantai Jeen Yessa dan Jeen Syuab di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Walau lebih besar dari populasi penyu belimbing di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, jumlah sarang di Abun telah menurun 60-80 persen sejak tahun 1980-an.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat ke Wisudawan UNCRI: Bangunlah Daerahmu!

Pengambilan penyu dan telurnya yang berlangsung dalam skala besar pada tahun 1970-an hingga 1990-an berkontribusi dalam penurunan jumlah penyu dan sarang. Walau kini pengambilan penyu dalam skala besar tidak lagi terjadi di Abun, sukses penetasan yang rendah menjadi kendala dalam regenerasi populasi penyu belimbing. (LP2/Red)

Latest articles

Wabup Bintuni Sidak OPD Jelang Jam Makan Siang, Temukan Pegawai Masih...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara menyidak sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan menemukan pegawai masih dalam perjalanan ke...

More like this

Kemenag Papua Barat Libatkan ASN Lintas Agama dalam Gerakan Bersih Masjid

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat melibatkan Aparatur Sipil...

Sekda Papua Barat Ingatkan ASN Jadikan Al-Qur’an Pedoman Kerja dan Hidup

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere mengingatkan Aparatur Sipil...

Kodam XVIII/Kasuari Siap Dukung Festival Raimuti Jadi Agenda Tahunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kodam XVIII/Kasuari siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melanjutkan Festival Raimuti...