UNESCO Minta Gubernur Perkuat Larangan Perburuan Penyu di Papua Barat

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Markus Fatem, petugas konservasi penyu belimbing UNESCO Perwakilan Tambrauw Papua Barat, mengatakan akan melakukan langkah konkret untuk konservasi penyu belimbing. Ia akan menemui Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, guna membahas upaya perlindungan di masa depan.

“Sebagai kepala wilayah gubernuran di Taman Pesisir Jeen Womom, Gubernur PB perlu memahami tingkat kegiatan perlindungan dan pemanfaatan konservasi penyu belimbing untuk kehidupan berkelanjutan di masa depan berdasarkan prinsip-prinsip Biodiversitas Internasional,” terang Markus dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).

Markus mengaku akan audiensi dalam waktu dekat. Menurutnya, konservasi penyu di pasir panjang telah disiapkan proposalnya.

Baca juga:  Sekda Papua Barat Tekankan Netralitas ASN di HUT Ke-54 Korpri

Markus menjelaskan, proposal terkait yang ia maksudkan yakni kegiatan perlindungan penyu belimbing yang harus dimasukkan dalam peraturan daerah khusus (perdasus) tentang larangan perburuan satwa endemik khas Papua Barat.

“Untuk Papua Barat kita ini provinsi konservasi patut diberi perlindungan terhadap satwa endemik melalui aturan-aturan lokal legal sektoral yang merupakan hak kekayaan hewan alam semesta dan budaya ini hak asasi manusia perlu wariskan berdasarkan penjabaran UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua barat,” jelasnya.

Baca juga:  Lepas 100 Tukik di Pantai Jeen Syuab, Markus Fatem: Setop Bunuh dan Berburu Penyu Belimbing!

Markus juga membeberkan dalam pelaksanaan kegiatan perlindungan dan pemanfaatan konservasi penyu belimbing, UNESCO bersama masyarakat adat dan para pemangku kepentingan konservasi bekerja sama.

“Banyak masyarakat yang kita libatkan dalam kegiatan yang dimaksud namun terdapat dan masih banyak kekurangan. Nah, hal ini patut kami sampaikan pemerintah setempat untuk direspons secara baik,” bebernya.

Ia mengutarakan selama kegiatan berjalan kurang lebih 10 tahun ini UNESCO memiliki mitra kerja yakni LPPM Unipa, WWF Indonesia, Yayasan Penyu Laut Indonesia, dan NOOA Amerika.

Seperti diketahui, tiap tahunnya 75 persen aktivitas peneluran penyu belimbing di Pasifik Barat berpusat di pantai Jeen Yessa dan Jeen Syuab di Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw. Walau lebih besar dari populasi penyu belimbing di Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, jumlah sarang di Abun telah menurun 60-80 persen sejak tahun 1980-an.

Baca juga:  Puja-puji Ahmad Ali untuk Dominggus: Bisa Menang 2 Periode

Pengambilan penyu dan telurnya yang berlangsung dalam skala besar pada tahun 1970-an hingga 1990-an berkontribusi dalam penurunan jumlah penyu dan sarang. Walau kini pengambilan penyu dalam skala besar tidak lagi terjadi di Abun, sukses penetasan yang rendah menjadi kendala dalam regenerasi populasi penyu belimbing. (LP2/Red)

Latest articles

Kasus SMA Taruna Manokwari, DPRP Papua Barat Panggil Kadisdik-Kepsek

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - DPRP Papua Barat bereaksi keras atas insiden pengeroyokan massal senior terhadap junior di SMA Taruna Nusantara Manokwari. Lembaga legislatif ini menjadwalkan...

More like this

Kasus SMA Taruna Manokwari, DPRP Papua Barat Panggil Kadisdik-Kepsek

MANOKWARI, LinkPapua.id - DPRP Papua Barat bereaksi keras atas insiden pengeroyokan massal senior terhadap...

Ketua DPRP Papua Barat Lepas Jenazah Yurthinus Mandacan untuk Dimakamkan

MANOKWARI, LinkPapua.id - Ketua DPRP Papua Barat Orgenes Wonggor melepas jenazah Yurthinus Mandacan secara...

Pra Rakorda Bangga Kencana 2026, BKKBN Papua Barat Perkuat Sinergi dan Evaluasi Program

MANOKWARI, Linkpapua.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN)/Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)...