Cegah COVID-19, pengawasan pintu masuk Papua Barat kembali diperketat

Published on

Manokwari- Provinsi Papua Barat kembali memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk untuk mencegah penularan COVID-19 dari luar daerah.

Rapid test atau tes cepat COVID-19 akan diberlakukan bagi setiap penumpang baik pesawat maupun kapal.

“Termasuk pintu masuk antar daerah di Papua Barat. Kita akan perketat seluruh pengawasan sehingga tidak ada penularan antara satu daerah ke daerah lain,” ucap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan usai memantau pelaksaan tes cepat di Bandara Rendani Manokwari, Senin (28/9)

Ia menyebutkan, mulai sekarang dan setiap penumpang yang masuk wajib menjalani rapid test. Mereka yang terdeteksi reaktif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan usap melalui metode real time polymerase chain reaction (RT-PCR).

Baca juga:  600 Personil Polri Amankan Kongres KNPI di Maluku Utara

“Ini untuk menuji apakah surat sehat yang mereka bawa dari daerah asal itu benar-benar dikeluarkan lembaga resmi atau sengaja dipalsukan. Dengan ini kita akan tahu,” ucap Gubernur

Ia mengungkapkan, dari tes cepat di Bandara Rendani pada Senin pagi tadi ditemukan lima orang dengan hasil reaktif. Dari hasil itu mereka selanjutnya akan menjalani pemeriksaan RT-PCR.

Untuk transportasi udara, Gubernur berharap, setiap maskapai menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Dengan demikian setiap penumpang yang masuk ke Papua Barat benar-benar bebas dari COVID-19.

Baca juga:  Lomba Cipta Menu Sehat dan Tari Tumbuk Tanah di Kampung Bremi, Indriyanti: Perempuan Arfak juga Bisa

“Dari hasil rapid ini nanti kita akan lihat apakah karena kecapean atau faktor lain. Jika diantaranya mereka ada yang positif berarti maskapai kebobolan, kenapa kesehatan mereka tidak dicek secara baik di bandara asal,” ucap Gubernur lagi.

Gubernur akan melayangkan surat teguran kepada maskapai jika ada diantara penumpang yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Nanti kita lihat dari hasil ini, kalau ada yang positif kita akan kumpulkan seluruh maskapai. Intinya kita ingin semua pihak bekerja sama dalam menekan potensi penularan COVID-19 di Papua Barat,” ujarnya.

Baca juga:  Tim Komnas HAM Temui Waterpauw, Bahas Isu Keamanan dan Stunting

Sesuai data Satgas COVID-19 pada 27 September 2020 tecatat sebanyak 1990 orang di Papua Barat terkonfirmasi positif. Dari jumlah itu 1.073 sembuh dan 29 meninggal dunia.

Hingga saat ini, Kota Sorong masih menduduki posisi teratas dalam temuan kasus COVID-19 di Papua Barat. Selanjutnya Teluk Bintuni, Manokwari, Kabupaten Sorong, Raja Ampat serta daerah lain. (LPB1/red)

Latest articles

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut sebagai Komisioner KPU Papua Barat periode 2025-2030 ke Polresta Manokwari....

More like this

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...

Gubernur Papua Barat Keluarkan Edaran Kesiapsiagaan Karhutla dan Antisipasi El Nino 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang...