Kritisi Serapan Anggaran Lambat, Ketua DPR Papua Barat Minta Pj Gubernur Lebih Tegas

Published on

JAKARTA, Linkpapua.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengkritisi lambatnya serapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat hingga pertengahan 2022 ini. Dia meminta agar Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, memberikan penegasan ke jajarannya mengenai hal ini.

“Kalau ada OPD (organisasi perangkat daerah) yang menghambat, maka Pj Gubernur punya tugas untuk memanggil bawahannya itu dan memberikan teguran, kenapa program ini tidak berjalan? Kalau tidak ada anggaran baru bisa ada alasan, tapi sekarang ada anggaran, alasannya di mana?,” ketus Wonggor dalam keterangan persnya kepada awak media di Jakarta, Jumat (29/7/2022).

Baca juga:  Honorer 512 Tagih Janji Kapolda PB: Tuntaskan Kasus Pemalsuan dokumen CPNS!

Wonggor secara spesifik juga menyinggung serapan dana tambahan infrastruktur (DTI) dan dana otonomi khusus (Otsus) 2022 tahap I yang belum berjalan maksimal.

Politisi dari Partai Golkar inipun mengingatkan Pj Gubernur agar lebih tegas agar penyerapan anggaran tidak sekadar di atas kertas, tetapi benar-benar direalisasikan.
Selain itiu, hasil pekerjaan juga berkualitas dan tepat sasaran menyentuh masyarakat, terutama orang asli papua (OAP).

Baca juga:  Kawal Anggaran Covid-19, Kejati Papua Barat Warning unsur Pimpinan Daerah

Hingga kini, DTI dan dana Otsus tahap I sudah dicairkan. Tercatat dalam anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Papua Barat 2022 Rp1.396.618.711.000, penyaluran tahap pertama Rp418.985.613.300, realisasi hingga Juli 2022 Rp257.611.848.757 dengan persentase 61, 48 persen. Sementara, sisa realisasi dana tambahan infrastruktur tahap I Rp161.373.764.543.

Baca juga:  Polda Papua Barat Tetapkan Delapan Tersangka Pemalsuan Dokumen CPNS

Lalu, dana Otsus spesifik grand atau berbasis kinerja yang dialokasikan dalam APBD Papua Barat 2022 Rp438.480.000.000, penyaluran tahap I Rp131.544.000.000, realisasinya Rp57.585.546.580 atau 43,78 persen, sisa anggarannya Rp73.958.453.420.

Kemudian, dana Otsus berbasis penerimaan umum atau blok grand tercatat dalam APBD Papua Barat 2022 Rp471.744.000.000, penyaluran tahap I Rp141.523.200.000, realisasi anggaran Rp141.522.641.955 atau 100 persen. (LP2/Red)

Latest articles

24 Kontingen Bersaing di Kategori Paduan Suara Wanita Pesparawi Nasional 2026

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 24 kontingen dari berbagai provinsi bersaing pada kategori paduan suara wanita (PSW) dalam ajang Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari,...

More like this

24 Kontingen Bersaing di Kategori Paduan Suara Wanita Pesparawi Nasional 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sebanyak 24 kontingen dari berbagai provinsi bersaing pada kategori paduan suara...

PSDC Papua Barat Bahagia Tampilkan Hasil Latihan 2 Tahun di Pesparawi XIV, Optimistis Raih Hasil Terbaik

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen paduan suara dewasa campuran (PSDC) Papua Barat mengaku bahagia bisa...

Jawa Tengah Tampil Memukau di Kategori PSDC Pesparawi, Utamakan Pelayanan Dibanding Prestasi

MANOKWARI, LinkPapua.id - Kontingen Jawa Tengah tampil memukau pada kategori paduan suara dewasa campuran...