Menteri PPPA Minta Daerah Laporkan Kasus Kekerasan jika Ingin Dapat DAK Nonfisik

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, meminta agar daerah dapat melaporkan jika ada kasus kekerasan. Kata dia, bicara Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi daerah.

“Harus ada indikator yang harus diikuti daerah karena DAK non fisik itu sejauh mana kasus kekerasan yang dilaporkan ke Simfoni PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak). Itu menjadi bobotnya sangat tinggi,” kata Bintang dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Selasa (4/10/2022).

Baca juga:  Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan, Menteri PPPA Siapkan Pos SAPA 129

Indikator lainnya adalah sudah terbentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA di daerah tersebut. Di samping itu juga sudah mendapatkan apresiasi penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), meski bukan utama, melalui pratama itu juga menjadi indikator.

Baca juga:  27 Titik Salat Iduladha di Manokwari, Polisi Siapkan Pengamanan

“Kita harap temen-temen di Manokwari kalau kekerasan terjadi laporkan ke Simfoni PPA karena menjadi indikator meluncurkan dana DAK tersebut. Sorong tadi pas transit sudah ketemu Dinas PPA, padahal kekerasan tinggi. Saya tanya tidak mendapatkan DAK nonfisik karena mereka tidak melaporkan sehingga kita tidak tahu,” ungkapnya.

Dia mengungkapkan, dana DAK nonfisik untuk penanganan kekerasan, yakni 30 persen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan dan 70 persen untuk melakukan penanganan kasus.

Baca juga:  Unipa Cetak 240 Lulusan Baru, Rektor: Siap Bangun SDM Papua

“Kita sudah gelontorkan anggaran sejak tahun 2021 DAK nonfisik. Kalau serapannya sangat rendah di bawah 25 persen, walaupun semua indikator terpenuhi tahun 2023 tidak akan dapatkan anggaran lagi. Karena anggaran yang diberikan tidak diserap dengan baik. Itu akan menjadi catatan dan tidak sekadar kita gelontorkan,” tuturnya. (LP9/Red)

Latest articles

Mahasiswa KKN Unipa Salurkan 300 Bibit Pohon untuk Warga Kampung Yop...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Papua (Unipa) Kelompok 29 menyalurkan 300 bibit pohon kepada warga Kampung Yop Meos, Kabupaten...

More like this

Mahasiswa KKN Unipa Salurkan 300 Bibit Pohon untuk Warga Kampung Yop Meos

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Papua (Unipa) Kelompok 29...

NIP 1.299 Honorer Pemprov Papua Barat Terbit, Gubernur Pastikan SK Diserahkan Senin

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memastikan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi...

HUT Bhayangkara Ke-80, Kapolres Bintuni Ingatkan Polri Ada untuk Melayani Rakyat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kapolres Teluk Bintuni AKBP Hari Sutanto mengingatkan Polri hadir untuk...