Kemenkes Ingin Ada RS Khusus Jantung-Stroke di Manokwari

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.Com- Kementerian Kesehatan RI meminta Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Papua Barat meningkatkan tipe rumah sakit di wilayahnya. Kemenkes berharap, RS tak hanya siap secara infrastruktur tapi juga SDM.

Asisten II Pemprov Papua Barat Melkias Werinussa mengatakan, dalam audiens dengan Kemenkes, terdapat beberapa penekanan yang disampaikan. Di antaranya, untuk membangun rumah sakit baru, pemkab dan pemprov harus mengutamakan peningkatan kapasitas.

“Karena gubernur ada kegiatan lain sehingga kami diminta untuk mendampingi Bupati Manokwari audiens bersama Menteri Kesehatan. Pertemuan tersebut bupati minta untuk membuat rumah sakit baru karena yang saat ini lokasinya terlalu sempit sehingga kurang bisa berkembang,” ungkap Melkias kepada wartawan.

Baca juga:  Pj Gubernur Ali Baham Apresiasi Program Kebun Hidroponik yang Digagas Tangguh LNG 

Menurutnya, dalam rencana pembangunan rumah sakit ini Pemkab Manokwari telah menyiapkan bahan. Namun karena adanya beberapa pertimbangan, sehingga menteri menginginkan adanya peningkatan tipe rumah sakit yang ada.

“Ada beberapa pertimbangan yang beliau sampaikan kepada kami. Pertama bahwa Bapak Menteri Kesehatan itu menginginkan bahwa ada peningkatan kapasitas rumah sakit yang ada. Sehingga mungkin yang perlu kita dorong sekarang adalah peningkatan peralatannya khususnya untuk jantung dengan stroke,” paparnya.

Baca juga:  Patuh Perintah Presiden Jokowi, RSUD Manokwari Siap Sesuaikan Harga PCR Test

Dari hasil pemaparan kementerian, kapasitas rumah sakit yang ada sebenarnya sudah sangat memenuhi. Sehingga kemudian kalau peralatannya itu didorong datang ke rumah sakit, baik nanti di rumah sakit kabupaten ataupun provinsi itu harus ada tenaganya.

“Tenaganya itu mereka harus sekolah untuk mengoperasikan selama 4 tahun. tapi ada jalan pintas yang bisa dilakukan teman-teman dokter umum yang ingin masuk ke sana dia belajar selama 6 bulan sudah bisa mengoperasikan alat itu,” jelas Melkias.

Hal ini dinilai penting karena angka kematian terhadap penyakit jantung dengan stroke ini tinggi. Sehingga masyarakat dengan penyakit tersebut tidak perlu lagi pergi Makassar, Manado maupun Jakarta.

Baca juga:  Hari ini, RSUD Papua Barat Mulai Terima Pasien Umum

Hanya ada, Kemenkes mengkhawatirkan keberlanjutan program. Alasannya, Pemkab ingin membangun kembali rumah sakit sementara program Jokowi akan berakhir di tahun 2024. Hal ini yang dikhawatirkan tidak berkelanjutan.

“Pertimbangannya kalau sekarang bangun itu kan program Jokowi ini selesai 2024. setiap proyek yang dilakukan pemerintah apakah kemudian bisa nyambung di 2025. kita sudah bangun setengah, terus tiba-tiba ini mandek. nah itu itu yang menjadi pertimbangan sebenarnya,” tandasnya. (LP9/Red)

Latest articles

FASI III Papua Barat Digelar 13–14 November, 5 Kafilah Siap Berkompetisi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) III tingkat Provinsi Papua Barat akan digelar pada 13–14 November 2026. Sebanyak 5 kafilah dari kabupaten...

More like this

FASI III Papua Barat Digelar 13–14 November, 5 Kafilah Siap Berkompetisi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) III tingkat Provinsi Papua Barat akan...

‎BPJS Keliling Hadir di Prafi, Geonoveva Terbantu Urus Kepesertaan JKN Usai Suami Meninggal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Layanan BPJS Keliling di Puskesmas Mowbja, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua...

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat...