Usai Pembinaan di Bapas, Remaja Manokwari Alami Gangguan Kejiwaan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Manokwari mengonfirmasi seorang remaja berusia 17 tahun didiagnosis mengalami gejala gangguan kejiwaan (ODGJ). Remaja berinisial YB ini mengalami gejala kelainan jiwa sejak Desember 2022.

YB yang ditangani saat ini merupakan remaja yang terdaftar di sebuah sekolah kejuruan di Manokwari. Dia pada satu waktu mengalami masalah lalu berurusan dengan pihak berwajib.

Namun, karena masih berusia belasan tahun, YB diputuskan menjalani pembinaan di Bapas Manokwari.

“Iya, dia mulai mengalami gejala itu sekitar bulan Desember 2022, beberapa hari setelah keluar dari Bapas,” kata Panggih Priyo, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Manokwari, Rabu (1/2/2023).

Baca juga:  Manokwari United Gantikan Garuda Muda FC di Putaran Nasional Liga 4

Selama di Bapas, kata Panggih, warga binaan mendapatkan pelayanan baik. Mereka tidak ditahan, tetapi mendapat bimbingan rohani.

Panggih menceritakan, YB awalnya tinggal bersama dengan kakaknya di Distrik Manokwari Selatan yang berprofesi sebagai pelayan atau hamba Tuhan. YB kerap melakukan hal-hal aneh di lingkungannya.

“Bersama dengan keluarganya kita lalu memastikan kesehatan YB di dokter BNN karena perilakunya mengarah pada pengguna obat terlarang. Namun, setelah diperiksa hasilnya negatif, bahkan dokter menyarankan agar dibawa ke RSJ yang ada di Jayapura,” ucap Panggih.

Baca juga:  HERO dapat "Titipan" Aspirasi dari Warga Mimbowi Raya

Pemeriksaan secara medis terhadap YB dilakukan pada awal Januari 2023 lalu. Namun, karena kehidupan ekonomi keluarga yang tidak mendukung untuk YB dibawa ke RSJ di Jayapura, Bapas bersama dengan pihak keluarga membawa YB ke Rumah Aman UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Manokwari.

“Kita titipkan di Rumah Aman UPTD PPA di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Manokwari karena kekurangan biaya untuk dibawa ke Jayapura,” katanya.

Panggih mengaku kedua orang tua YB tinggal di Papua Barat Daya. Mereka memiliki penghasilan pas-pasan sehingga belum mampu membawa remaja itu ke Jayapura.

Baca juga:  HUT Bhayangkara Ke-79, Kapolres Bintuni Tegaskan Polri Mitra Masyarakat

“Harapan kami semua, ada pemerintah yang memperhatikan anak-anak ini terutama masalah ekonomi,” ucapnya.

Panggih juga berharap ke depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua barat membangun fasilitas RSJ di daerah ini agar memudahkan serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama warga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

“Gejala ODGJ ini juga perlu diperhatikan, jangan sampai ada kesalahan penanganan sehingga membuat korban ini semakin parah,” tuturnya. (*/Red)

Latest articles

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menjaga kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Bupati...

More like this

Pemkab Manokwari Siapkan Digitalisasi Pajak untuk Perkuat PAD

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna...

Bupati Bintuni Sambut 251 Prajurit Satgas Yonif 147, Tekankan Pendekatan Humanis

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyambut 251 personel Satgas Kewilayahan...

3 Kali Melahirkan, Ibu Hamil di Manokwari Nyaman Selalu Andalkan JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Aprilya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Manokwari, Papua Barat, kembali...