Daya Serap Tenaga Kerja di Papua Barat Naik, BPS: Masih Terdampak Pandemi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat Johannis Lekatompessy mengatakan, membaiknya perekonomian Papua Barat berdampak pada penyerapan tenaga kerja. BPS mencatat, per Februari 2023 ada sekitar 16.615 tenaga kerja baru yang terserap.

“Membaiknya kondisi perekonomian mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 16.615 orang. Ini seiring berkurangnya angka pengangguran sekitar 625 orang,” jelas Johannis, Jumat (5/5/2023.

Menurutnya, komposisi angkatan kerja pada Februari 2023 terdiri dari 588.729 orang penduduk yang bekerja dan 34.461 orang pengangguran. Jika dibandingkan dengan Februari 2022, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 15.990 orang.

Baca juga:  Masa Transisi Endemi Covid-19, Ini Ketentuan Satgas tentang Protokol Kesehatan

Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2023 juga turun. Yakni sebesar 5,53 persen atau turun 0,25 persen poin dibandingkan dengan Februari 2022.

Sementara, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Februari 2023 sebesar 69,36 persen atau turun 0,23 persen poin dibandingkan Februari 2022.

“Bedasarkan jenis kelamin TPAK laki-laki sebesar 80,92 persen lebih tinggi TPAK perempuan yang sebesar 56,27 persen, ” jelas Johannis.

Baca juga:  Kapolri Mutasi Sejumlah PJU dan Kapolres di Polda Papua Barat, Ongky jadi Kapolresta Manokwari

Dia mengungkapkan, penduduk bekerja pada kegiatan informal mengalami penurunan dibanding Februari 2022 sebesar 1,14 persen poin.

“Sebanyak 350.544 orang atau 59,54 persen bekerja pada kegiatan informal,” katanya.

Selama Februari 2022 sampai Februari 2023 lapangan usaha pertanian dan administrasi pemerintahan menjadi sektor tertinggi penyerap tenaga kerja yakni sekitar 43.392 orang.

“Perlu menjadi perhatian sektor lapangan usaha perdagangan, konstruksi, pengangkutan dan pergudangan serta industri pengolahan mengalami penurunan jumlah tenaga kerja di atas 1 persen,” terang Johannis.

Baca juga:  PPP Buka Sekolah Politik: Yasman Yakin Kuatkan Konsolidasi Kader

Dampak pandemi Covid-19 terhadap kondisi ketenagakerjaan belum sepenuhnya hilang. Masih ada sekitar 13.360 orang yang berkurang jam kerjanya jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

“Terdapat 13.374 orang atau 1,52 persen penduduk usia kerja yang terdampak covid-19. Pengangguran karena covid-19 182 orang, bukan angkatan kerja karena Covid-19 132 orang dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena covid-19 13.360 orang,” imbuhnya. (LP9/Red)

Latest articles

‎BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Terpakai Bayar Klaim

0
JAKARTA, LinkPapua.id - BPJS Kesehatan telah menggunakan Rp5,1 triliun dari dana bantuan pemerintah sebesar Rp10 triliun untuk membayar klaim fasilitas kesehatan dalam program Jaminan...

More like this

‎JMSI Papua Barat Beri Mandat Pembentukan Pengurus Cabang di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Barat memberi mandat...

Kurang dari 24 Jam, Polresta Manokwari Amankan Terduga Pelaku Penikaman di Amban

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari melalui tim URC Satreskrim Polresta Manokwari berhasil mengungkap kasus tindak...

Polresta Manokwari Perkuat Keselamatan Berlalu Lintas Lewat Operasi Patuh Mansinam 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Mansinam 2026 di Mapolresta...