Beri Catatan, Kemendagri Puji Kinerja Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw

Published on

JAKARTA, linkpapua.com- Kementerian Dalam Negeri memuji kinerja Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw yang dinilai telah memberi banyak sentuhan perubahan. Meski begitu, Kemendagri memberi catatan untuk Papua Barat.

“Progres pembangunan Papua Barat patut diapresiasi. Kita memberi beberapa catatan untuk mempercepat laju pembangunan Papua Barat,” ujar Inspektur Jendral Kemendagri Tomsi Tohir saat memimpin evaluasi pelaksanaan tugas penjabat kepala daerah triwulan satu di Kemendagri, Rabu (6/9/2023).

Menurut Tomsi, catatan yang diberikan kepada Papua Barat bertujuan mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini penting sebagai akselerasi kinerja penjabat kepala daerah.

Baca juga:  BPS: Desember 2022, Jumlah Penerbangan di Papua Barat Menurun 10,13 Persen

Selain Tomsi, salah satu evaluator Kemendagri juga memberi penilaian pada beberapa terobosan Waterpauw.

“Kami pertama mengevaluasi dan memberikan apresiasi soal aplikasi Ekeriting yang dibuat satgas stunting, itu sangat bagus terobosannya,” kata salah satu evaluator.

Pj Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menerangkan laporan capaian kinerja yang dilaporkan meliputi aspek pemerintahan, aspek pembangunan dan aspek kemasyarakatan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta laporan serapan anggaran APBD Tahun 2023.

“Banyak hal yang kita sampaikan, mulai dari program pelayanan kesehatan terutama soal stunting dan pengentasan kemiskinan ekstream, bantuan sosial, batuan keagamaan, pemberian hibah dan, serta terobosan mengenai menciptakan SDM yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan daerah,” ungkap Waterpauw.

Baca juga:  Webinar Gernas BBI-BWI Papua Barat, Wamendag Minta Adaptif di Era Digital

Waterpauw membeberkan, sampai dengan saat ini serapan anggaran di Provinsi Papua Barat masih sekitar 37 persen lebih, dari total anggaran APBD sekitar Rp5 triliun lebih.

“Jadi energi kami sebagian besar ke stunting dan upaya yang kami lakukan dengan aplikasi ekeriting itu bagian dari upaya kami. Dan ini memang kami ingin menjawab apa yang menjadi harapan bapak presiden dan bapak Mendagri karena stunting ini penting,” ungkapnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Minta Pers di Garda Terdepan Melawan Hoaks

Waterpauw menambahkan, di wilayah Pegunungan Arfak masyarakat masih terbawa kepercayaan yang kuat atau takut dengan sewanggi. Keyakinan ini membuat mereka takut sekolah.

“Dan ini menjadi masalah bagi kita,” katanya.

Waterpauw juga menyinggung faktor pemicu stunting. Menurutnya, stunting disumbangkan oleh pernikahan dini yang masih tinggi.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras bekerja di Provinsi Papua Barat. Saya tentu berharap ke depan, kita semua bergandengan tangan untuk membangun Papua Barat,” tutupnya. (LP1/red) 

Latest articles

Kurasi Sastra Lisan 7 Suku, Wabup Bintuni Minta Segera Dibukukan

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta sastra lisan dari tujuh suku asli segera digali, dikurasi, dan dibukukan. Hal...

More like this

Kerap Timbulkan Keresahan, Masyarakat Tolak Provokasi KNPB

PAPUA, linkpapua.id — Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak masyarakat...

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan Tertib Berlalu Lintas

MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas...

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...