Kusta Masih Jadi Tantangan di Papua Barat, Tingkat Prevalensi di Atas Ideal

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya menekan angka kusta. Meskipun terus mengalami penurunan tiap tahunnya, angkanya masih cukup tinggi.

Kepala Dinkes Papua Barat, Otto Parorongan, menyebutkan salah satu indikator masih tingginya penderita kusta di Papua Barat karena masih ditemukannya anak-anak yang menderita kusta.

“Dari data-data yang ada, penyakit kusta di daerah kita masih cukup banyak, termasuk juga pada anak. Ini sebagai salah satu indikator menandakan penularan kusta di masyarakat tinggi,” ujar Otto pada pembukaan kegiatan penguatan sistem pencatatan dan pelaporan kusta serta frambusia, Senin (18/9/2023).

Baca juga:  Penjabat Gubernur Papua Barat Sampaikan Usulan DOB kepada Ketua Komisi II DPR RI

Di luar itu, ia mengapresiasi para petugas medis yang saat ini mengurusi kusta dan frambusia. “Terima kasih pada Bapak dan Ibu yang masih setia bekerja untuk menangani kusta karena memang tidak banyak yang mau. Dari waktu ke waktu orangnya tidak berubah,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes Papua Barat tingkat prevalensi atau prevalence rate penderita kusta di Papua Barat mencapai 9,95 dari 10 ribu penduduk. Angka itu masih jauh dari standar ideal yang seharusnya 1 orang dari 10 ribu penduduk.

Baca juga:  KUPA-PPAS Papua Barat Disepakati 8,2 Triliun Lebih

“Sejak 2020 tercatat 18,22 prevalence rate, 2021 turun menjadi 12, dan tahun 2022 berjumlah 10 orang dari 10 ribu penduduk. Jika dilihat dari peta secara umum, maka seluruh kabupaten di Papua Barat ini masih warna merah. Meskipun begitu, ada capaian positif juga, yaitu proporsi kusta tanpa cacat kita mencapai 92 persen dari rata-rata kasus yaitu 90 persen,” jelasnya.

Baca juga:  Suku Sumuri Dapat Kompensasi Rp96 M dari Genting Oil, Ini Pesan Wagub Papua Barat

Untuk itu, Otto mendorong agar seluruh pihak terus meningkatkan upaya dalam penanganan kusta di Papua Barat. Tidak hanya kusta, yang juga menjadi perhatian adalah penanganan frambusia yang saat ini terbaikan.

“Untuk frambusia ini padahal sebenarnya tidak terlalu susah untuk kita selesaikan. Sebenarnya sekali penanganan frambusia bisa langsung pulih. Untuk itu, mari bersama-sama prioritaskan penanganan frambusia dan kusta ini,” ucapnya. (LP3/Red)

Latest articles

Papua Barat Lepas 20 Peserta MTQ Korpri Nasional, Bawa Target Perbaikan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melepas 20 peserta untuk mengikuti MTQ Korpri tingkat nasional ke-8 di Makassar dan Pangkep, Sulawesi Selatan...

More like this

Papua Barat Lepas 20 Peserta MTQ Korpri Nasional, Bawa Target Perbaikan Prestasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melepas 20 peserta untuk mengikuti MTQ...

Gubernur Dominggus Buka Pameran UMKM Papua Barat, Dorong Produk Lokal Jadi Raja di Rumah Sendiri

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan membuka Pameran UMKM Papua Barat 2026...

Gubernur Papua Barat: 1 Agustus Seharusnya Atribut HUT Kemerdekaan RI Sudah Terpasang

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyoroti belum terpasangnya baliho dan spanduk...