26.7 C
Manokwari
Jumat, Maret 27, 2026
26.7 C
Manokwari
More

    Harga Komoditas di Pasar Wosi Manokwari: Cabai Turun, Beras Masih Tinggi

    Published on

    MANOKWARI, linkpapua.com- Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Wosi, Manokwari masih fluktuatif memasuki pekan kedua Ramadan. Harga beras terbilang masih tinggi, sementara cabai mulai turun dalam beberapa pekan terakhir.

    “Harga masih normal. Kalau cabai turun, tomat sama bawang naik tapi tak seberapa,” ujar salah satu pedagang Pasar Wosi, Murinah kepada Linkpapua, Selasa (26/3/2024).

    Menurut Murinah, harga-harga komoditas masih naik turun (fluktuatif). Kenaikan terjadi pada beberapa bahan dapur seperti bawang merah dan bawang putih serta tomat.

    Baca juga:  Tinjau Pasar Wosi, Hermus: Ini Tulang Punggung Ekonomi Manokwari

    Ia memperkirakan harga masih bisa naik menjelang Lebaran Idul Fitri. Terutama pada komoditas pokok seperti beras, minyak goreng dan bumbu dapur.

    “Sekarang ada kenaikan tetapi tidak terlalu tinggi. Malah tidak setinggi tahun lalu. Tahun lalu kan pas masuk Ramadan harga naik sekali,” tuturnya.

    Murinah justru mengeluhkan turunnya harga cabai memasuki Ramadan.

    “Cabai malah sekarang turun sekali. Pedagang mengeluh semua cabai murah,” ujarnya.

    Baca juga:  Harga BBM di Wilayah Papua per 1 Maret 2025: Pertamax Tetap, Dexlite Turun

    Sementara itu, Ardo, pedagang Pasar Wosi lainnya mengatakan, harga sembako khususnya beras, minyak goreng, dan gula masih terbilang normal. Menurut Ardo, tak ada kenaikan signifikan pada kebutuhan pokok ini.

    “Harga beras kan memang naik sejak sebelum Ramadan. Sekarang masih tinggi,” ucapnya.

    Ia menambahkan, sudah terjadi kenaikan harga beras pada bulan-bulan sebelumnya sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Sehingga jika diakumulasi memang terjadi kenaikan cukup mencolok.

    Baca juga:  Polres Manokwari Kantongi Identitas Pelaku Penyerangan Anggota Kepolisian di Amban

    “Karena tingginya harga beras pembeli juga agak sepi. Orang kalau beli beras jumlahnya dikurangi. Beda dengan duku-dulu” katanya.

    Ardo berharap, kenaikan tidak terjadi lagi menjelang Idul Fitri. Sebab kata dia imbasnya bisa menurunkan minat beli masyarakat.

    “Harapannya kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat semoga pemerintah dapat mengatasi keluhan masyarakat terhadap kenaikan harga kebutuhan sembako khususnya beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat luas pada umumnya,” tuturnya. (LP13/red)

    Latest articles

    DPR RI Bakal Matikan Listrik-AC Gedung Senayan Jam 8 Malam demi...

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI mulai memberlakukan kebijakan pengetatan penggunaan energi di kompleks parlemen Senayan. Langkah ini diambil sebagai upaya penghematan...

    More like this

    Pertamina Patra Niaga Perkuat Stok BBM di Teluk Wondama

    TELUK WONDAMA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga memastikan kapal pengangkut BBM ke Teluk Wondama sudah...

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan, ‎Pemkab Manokwari Resmikan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Manokwari Hermus Indou meresmikan pembangunan SMP Negeri 22 Satu Atap Mubri pada...

    Kapolda Papare Hadiri Rapim Kodam XVIII/Kasuari, Perkuat Sinergitas TNI–Polri

    MANOKWARI, Linkpapua.id— Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, S.I.K. menghadiri kegiatan Rapat Pimpinan...