Bappeda Papua Barat Gelar FPD: Kemiskinan Ekstrem – Stunting Turun  

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Barat menggelar rapat Forum Perangkat Daerah (FPD) di Aston Niu Hotel, Manokwari, Senin (22/4/2024). Rapat membahas berbagai isu strategis di semua OPD.

Salah satu isu sentral yang jadi pembahasan adalah kemiskinan ekstrem dan stunting. Meski mengalami penurunan, kemiskinan ekstrem dan stunting masih jadi problem besar di Papua Barat.

Kepala Bappeda Papua Barat Dance Sangkek menuturkan, tujuan penyelenggaraan rapat adalah penyetaraan materi dan program kegiatan prioritas tiap-tiap perangkat daerah. Di dalamnya kata dia, termasuk informasi tentang indikator kinerja (Input, Output, dan Outcome) masing-masing program.

Baca juga:  Wabup Bintuni Pimpin Upacara Penurunan Bendera, Apresiasi Dedikasi Paskibraka

“Yang tidak kalah penting adalah guna memastikan agar program kegiatan ataupun subprogram kegiatan prioritas ke dalam rancangan rencana kerja perangkat daerah yang merupakan penjabaran prioritas pembangunan daerah yang selaras dan sesuai yang dicantumkan ke dalam draft awal RKPD,” jelasnya.

Dance Sangkek mengatakan, dari kedua tujuan tersebut kemudian menghasilkan tujuan akhir integrasi program dan kegiatan prioritas guna memastikan pagu indikatif program yang diselaraskan dengan pagu indikatif kegiatan tidak melebihi batas pagu program.

Baca juga:  Pengurus Cabor Dorong Segera Digelarnya Musprov KONI Papua Barat

Terdapat empat prioritas rencana pembangunan yang tahun 2025 yang berfokus pada prioritas daerah. Yang pertama tutur Dance peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Yang kedua revitalisasi kawasan andalan pangan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Yang ketiga peningkatan infrastruktur konektivitas yang mendukung transformasi ekonomi . Yang terakhir atau yang keempat jelas Dance, memantapkan tata kelola pemerintahan yang mendukung peningkatan jangkauan pelayanan publik.

“Untuk itu semangat otonomi khusus perlu dipertajam dan dituangkan kedalam empat bidang prioritas diatas tutur Dance yang tidak boleh mengabaikan penghormatan, pemberdayaan, perlindungan, dan kesejahteraan kepada orang asli Papua,” ujarnya.

Baca juga:  2 Hari di Bintuni, Vaksinasi Massal PMI Sentuh 314 Orang

Selain itu Dance menambahkan tingkat kemiskinan ekstrem di Papua Barat pada tahun 2022 sebesar 9,43%. Angka ini turun menjadi 6,46% di tahun 2023. Selanjutnya, stunting pada tahun 2022 sebesar 30% turun menjadi 24,8% pada 2023.

Dance mengemukakan, dengan demikian upaya pembangunan yang dilaksanakan di akan memberikan dampak perubahan terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat yang berdaya saing. (LP/13Red)

Latest articles

PAD Hanya Rp160,17 Miliar, Fraksi Golkar DPRK Manokwari Minta Basis Pajak...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Fraksi Partai Golkar DPRK Manokwari meminta Pemkab Manokwari memperluas basis pajak dan retribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Permintaan itu...

Suny Syamsu Terpilih Pimpin Golkar Kaimana

More like this

Yohanis Manibuy Sambut Kajati Papua Barat, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., menyambut langsung kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua...

Suny Syamsu Terpilih Pimpin Golkar Kaimana

MANOKWARI, Linkpapua.id – Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Kaimana...

Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Dugaan Penelantaran di Kasus Yanto Idorway Tewas Tenggelam 

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kuasa hukum keluarga Yanto Idorway meminta polisi mengusut dugaan penelantaran dalam...