Kasus Stunting di Bintuni Mulai Menurun, Ali Baham Dorong Program Jangka Panjang

Published on

TELUK BINTUNI, linkpapua.com– Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan, stunting masih menjadi masalah krusial yang harus dituntaskan pemerintah. Karenanya, berbagai terobosan digalakkan untuk menekan tren kasus ini.

Di Kabupaten Teluk Bintuni, prevalensi stunting terbilang tinggi pada 2 atau 3 tahun lalu. Namun memasuki akhir 2023, kasus stunting mulai menurun.

Hal ini disampaikan Ali Baham saat memberi pengarahan kepada kaum ibu pada acara Pencanangan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting pada puncak HUT Kabupaten Teluk Bintuni, Rabu (12/6/2024).

“Stunting di Kabupaten Teluk Bintuni sudah mencapai hasil yang baik namun masih perlu ditingkatkan lagi sesuai standar nasional,” jelas Ali Baham.

Baca juga:  KPU RI Masih Kaji Usulan Kenaikan Dana Operasional PPD-PPS Bintuni 

Menurut Ali Baham, kegiatan penanganan stunting dalam jangka panjang harus terus dilakukan. Inj demi mencapai generasi yang sehat dan produktif.

“Ini adalah misi jangka panjang bersama. Induk percepatan pembangunan Papua sebagai pelaksanaan daripada Undang-Undang no 2 Tahun 2021” paparnya.

Oleh katena itu anak-anak yang terkena masalah stunting pemerintah akan berusaha terus berusaha melakukan yang terbaik.

Bersamaan dengan peringatan HUT Teluk Bintuni ke-21 Tahun Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan stunting adalah tanggung kawan bersama dengan pemkab. Bantuan bapok dan asupan bergizi akan diberikan kepada warga. Selain itu dibutuhkan pengetahuan seorang ibu dalam mengolah makanan yang sehat dan bergizi seimbang.

Baca juga:  Orgenes Wonggor Harap Postur APBD-P 2024 Cerminkan Keberpihakan pada Publik   

“Bukan soal banyaknya tapi soal kualitas gizi yang seimbang, ada nasi, ikan, sayur, susu. Sehingga masyarakat bisa tumbuh sehat dan cerdas,“ kata Ali Baham.

Ali menjelaskan, pada 2045 anak-anak Papua harus tumbuh menjadi generasi sehat. Generasi yang mampu berinovasi untuk mengelolah sumber-sumber atau potensi agar ke depan mereka bisa masuk dunia bisnis dan usaha lainnya.

Baca juga:  Dinkes Papua Barat Gencarkan Sosialisasi Antisipasi Peredaran Demam Berdarah Dengue (DBD)

“Saya berharap di udia 21 tahun ini kita semua berkomitmen agar anak-anak kita tidak boleh stunting. Dari mana dimulainya? Dari awal memasuki rumah tangga, mulai menentukan waktu untuk menikah, bisa mengatur dan merencanakan proses kehamilan dengan teratur agar begitu anak lahir bisa tumbuh dengan stabil,” jelasnya.

Di akhir acara Ali Baham bersama Pj Ketua TP PKK Sitti Mardiana menyerahkan bantuan bapok dan susu bagi anak yang dalam pengawasan stunting di Bintuni.(LP5/Red)

Latest articles

Komunitas Volly Ball Manokwari Gelar Turnamen, Bupati Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Komunitas Volly Ball Manokwari menggelar turnamen bola voli yang diikuti 18 tim dari berbagai tim. Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Kodim...

More like this

Komunitas Volly Ball Manokwari Gelar Turnamen, Bupati Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komunitas Volly Ball Manokwari menggelar turnamen bola voli yang diikuti 18...

IKASWARA Didorong Perkuat Kerukunan dan Jadi Mitra Strategis Pemda Bangun Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id– Dalam momentum hari lahir (Harlah) Ikatan Keluarga Sunda, Jawa, Madura, dan Warga...

Bupati Hermus Lantik Pengurus IDI Manokwari 2025–2028, Tekankan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

MANOKWARI, Linkpapua.id- Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manokwari periode 2025–2028 yang dipimpin oleh...