Rakor DPMK se-Papua Barat: Penanganan Stunting-Kemiskinan Ekstrem Butuh Terobosan

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung se-Papua Barat menggelar rapat koordinasi selama 3 hari (8-10/7/2024) di Aston Niu Hotel, Manokwari. Rakor membahas pentingnya terobosan dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Kegiatan dibuka Pj Sekda Papua Barat Jacob Fonataba. Hadir para pejabat leading sektor DPMK dari 7 kabupaten se Papua Barat.

Jacob dalam arahannya menyampaikan, kegiatan ini sebagai wadah para pemangku kepentingan di daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsi terhadap urusan pemerintahan dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan kampung.

Baca juga:  Genjot Ekonomi Lokal, Dance Sangkek Wajibkan ASN Belanja di Pameran Akbar UMKM

“Hal ini dilakukan demi terwujudnya Papua Barat yang aman, sejahtera dan bermanfaat. Kegiatan ini juga untuk mensinergikan proses perencanaan dari bawah menuju ke atas dengan memadukan arahan pambangunan nasional Papua sehat, cerdas dan produktif,” ujar Jacob.

Jacob menuturkan, terkait amanat presiden tentang masalah stunting yang harus mencapai 14 persen dan kemiskinan ekstrem 7,5 persen, maka DPMK memiliki peran strategis. Ia berharap semua daerah memiliki terobosan dalam mempercepat penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Baca juga:  Sejumlah anggota dewan tinggalkan sidang sebelum tutup, Bons Rumbruren: Tidak Etis

“Saya harap kita sama-sama membangun komitmen agar tahapan proses perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program dan kegiatan pemerintah baik kabupaten maupun provinsi berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan kampung,” imbuh Jacob.

Ketua panitia Jams Yapen selaku Kasubag Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Papua Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas tata kelola dinas yang baik dan transparan. Selain itu diharapkan meningkatkan kualitas penataan penyelenggaraan pemerintahan dan kampung dan kerja sama antar kampung.

Baca juga:  Dinilai tak Proaktif Soal Polemik Warga Sebyar, Kasihiw Sindir Pemprov

“Dari kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kampung dan kapasitas jenis lembaga kemasyarakatan kampung serta dalam rangka mewujudkan pemerintah yang transparan dan akuntabel,” ujar Yapen.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh narasumber dari kementerian dalam negeri (BANGDA), Kementerian Desa Pembangunan daerah tertinggi dan Transmigrasi (PDTT), Kejaksaan Tinggi Papua Barat, PKK, Bapenda, Sekber Saik Plus, Koordinator Pemda dan DONK Papua Barat. (LP14/red)

Latest articles

Resmi! Sulawesi Tengah Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi terpilih sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XV yang akan digelar pada 2029....

More like this

Resmi! Sulawesi Tengah Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

MANOKWARI, LinkPapua.id – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi terpilih sebagai tuan rumah Pesta Paduan...

Kemenag Papua Barat: Pesparani dan MTQ Tingkat Provinsi Masuk Tahap Akhir Persiapan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat menyatakan persiapan Pesta...

Pesparawi dan Pesparani Nasional Berpeluang Digelar Bersamaan pada 2029

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional dan Pesta Paduan Suara Gerejani...