27.3 C
Manokwari
Senin, Maret 16, 2026
27.3 C
Manokwari
More

    Yacob Fonataba: Stunting PB Turun di Bawah 14%, Kemiskinan Ekstrem 4%  

    Published on

    MANOKWARI,Linkpapua.com – Penjabat Sekretaris Papua Barat Yacob S Fonataba mengungkap pencapaian pemerintah dalam menekan angka kasus stanting dan kemiskinan ekstrem setahum terakhir. Menurut Yacob, prevalensi stunting sudah turun di bawah 14%, dan kemiskinan ekstrem di angka 4%.

    “Stunting sudah di bawah 14%. Tetapi pendataan dan intervensi akan terus dilakukan,” ujar Yacob, Senin (21/10/2024).

    Dikatakannya, dari data yang ada, penurunan di bawah 14% terjadi dalam setahun terakhir. Meski begitu, Yacob menyebut masih ada kasus yang belum terinput.

    Baca juga:  Siap Disahkan, Ranperdasi Pendidikan Papua Barat Bakal Jadi Rujukan

    “Melalui Satgas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem yang bekerja sama dengan OPD terkait akan terus melakukan pendataan hingga seluruh wilayah di Papua Barat terinput semuanya. Sekarang stunting berada di angka 13 sekian persen dan kami terus berupaya melakukan pendataan dan akan kami intervensi,” papar Yacob.

    Diakuinya, pemprov mengalami kesulitan dalam inventarisasi pendataan ke daerah-daerah. Hal ini karena kondisi topografi daerah yang berbeda-beda dan sulit dijangkau.

    Baca juga:  Polisi Tangkap 7 Pelaku Pembunuhan-Pembakaran di Fakfak, 4 Ditembak

    “Walaupun begitu kami terus bekerja dan kita optimis di akhir tahun 2024 kasus stunting bisa ditekan dengan data yang merata di seluruh wilayah Papua Barat,” tambah dia.

    Menurut Yacob, ia telah mengimbau kepada 8 OPD agar realisasi programnya dipercepat dan selalu bekerja sama dengan Satgas Stunting dalam melakukan intervensi.

    “Kemiskinan ekstrem terus menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2022 di angka 9%, 2023 6% dan 2024 ini sudah pada angka 4%,” tambah dia.

    Baca juga:  Sempat Diprotes Oknum Mahasiswa, Vaksinasi Covid-19 di Unipa Berjalan Lancar

    Yacob menyebutkan, pemerintah terus melakukan upaya dalam penanganan kasus stunting dan kemiskinan ekstrem. Inventarisasi akan terus dilakukan sehingga yang sudah didata dapat di intervensi semua dan kasus yang belum didata agar dapat dilakukan inventarisasi dan diintervensi hingga semua merata 100%.

    “Untuk stunting kita sudah dibawah target 14% dan untuk kemiskinan ekstrem akan terus diupayakan agar di akhir tahun 2024 dapat di angka 0%,” imbuhnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Garnita Malahayati NasDem Papua Barat Santuni 300 Anak Yatim di Manokwari

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Garnita Malahayati Papua Barat menyalurkan santunan dan paket sembako kepada 300 anak yatim piatu di Pesantren Hidayatullah Arfai, Manokwari. Kegiatan sosial...

    More like this

    Garnita Malahayati NasDem Papua Barat Santuni 300 Anak Yatim di Manokwari

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Garnita Malahayati Papua Barat menyalurkan santunan dan paket sembako kepada 300...

    Personel Operasi Ketupat Mansinam 2026, Siaga Layani Penumpang Kapal

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat Mansinam 2026 Polda Papua Barat melaksanakan...

    Yudisium Perdana FEB UNCRI Manokwari, 111 Mahasiswa Sandang Gelar Sarjana

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) mengukuhkan 111 lulusan baru dalam yudisium perdana...