Papua Barat Disebut Belum Punya Grand Desain Kesehatan

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Penyakit menular masih menjadi problem di hampir semua kabupaten di Papua Barat. Jenis penyakit menular didominasi oleh malaria, TBC, kusta dan pnemonia.

“Penyakit menular seperti malaria, TBC, kusta, pnemonia yang masih sering dijumpai oleh warga masyarakat di Papua Barat. Ini problem kesehatan yang harus jadi fokus bersama,” ujar Direktur RSUP Papua Barat Arnold Tiniap usai mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan di kantor Gubernur Papua Barat, Senin (11/11/2024).

Baca juga:  Diperiksa 9 Jam, Kejati Papua Barat Tahan Tersangka Korupsi Bulog Martha Mulu

Selain penyakit menular, sejumlah kasus infeksi, stroke, gagal ginjal, da kanker juga masih ditemui di masyarakat. Menurut Arnold yang diperlukan adalah gerak langkah yang sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Arnold mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah provinsi dan kabupaten masih berjalan sendiri-sendiri. Program kesehatan dijalankan berdasarkan apa yang dipikirkan. Bukan bertitik tolak pada persoalan kesehatan yang dialami di daerah tersebut.

Baca juga:  Resmikan Masjid Baitul Amin, Hermus Bicara Peradaban Baru di Wapramasi

“Masing-masing kabupaten harus di koordinir oleh provinsi. Jadi kita ada grand desain yang sama. Selama ini kan Pemprov Papua Barat belum mempunyai grand desain kesehatan,” tutur Arnold,.

Arnold menuturkan, grand desain ini penting. Agar nanti menjadi rujukan pemerintah provinsi dan kabupaten-kota, untuk menetapkan sendi-sendi pembangunan kesehatan.

“Jika masing-masing jalan sendiri tidak bisa. Harus ada grand desain bersama. Dengan begitu anggaran juga bisa terukur,” paparnya.

Baca juga:  Hari Pahlawan 2023, Pj Gubernur Ali Baham Ungkap Makna Perjuangan 10 November

Selain itu, pemprov akan mudah memetakan permasalahan kesehatan di masing-masing kabupaten sesuai dengan indikator pambangunan kesehatan. “Jadi kita punya acuan bersama,” selanya.

Karena itu, Arnold mengharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten duduk bersama. Keduanya harus bersinergi untuk menemukan grand desain yang sesuai arah pembangunan kesehatan di daerah ini. (LP14/red)

Latest articles

Wabup Bintuni Buka Rakor MKKS SMA-SMK se-Papua Barat, Bahas Mutu Pendidikan

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK se-Papua...

More like this

Suriyati: DPRK Akan Uji Kesesuaian Program dalam LKPJ Bupati 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Wakil Ketua DPRK Manokwari Suriyati mengatakan pihaknya dalam beberapa waktu kedepan...

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...

DPRK Manokwari Minta OPD Lengkapi Data Program untuk Evaluasi LKPJ 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi IV DPRK Manokwari meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang...