Sejumlah Rumah Warga Terdampak Longsor, Kepala BPBD : Akibat Penggundulan Hutan

Published on

RAJA AMPAT – Curah hujan tinggi membuat sejumlah rumah warga di Raja Ampat terdampak longsor.

Longsor terjadi dibeberapa titik seperti di perumahan Polres, belakang perumahan DPRD, Belakang kantor PLN dan salah satu rumah di perumahan Moko.

Ada juga beberapa titik yang sering terjadi luapan air yakni Komples 100 perumahan Kemenpera, Warmasen perumahan sosial dan perumahan 100.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kab. Raja Ampat , Albert Kaihattu mengatakan Banjir ini memiliki dua jenis yakni banjir banda dan banjir akibat luapan air.

Baca juga:  KPU Raja Ampat Lakukan Pengundian Nomor Urut 6 Paslon

Di Raja Ampat khususnya di kota Waisai yang sering terjadi adalah banjir akibat luapan air. Berakibat pada tersumbatnya drainase yang dibangun di pinggiran kota, sehingga tidak ada lagi ruang penyaluran air.

“Hal ini mengakibatkan genangan air semakin tinggi dan terbuang tanpa arah. Dibarengi air pasang naik yang mengakibatkan rumah yang berada di tempat rendah terancam tergenang air”, terang Albert diruang kerjanya, Jumat (07/8/2020) l.

Baca juga:  Kedubes Austria Pantau Kasus Speedboat Wisatawan Ditahan-Bayar Denda Rp250 Juta di Raja Ampat

Dirinya mengatakan terjadinya longsor dan banjir di Raja Ampat akibat penebangan hutan sembarangan yang mengakibatkan hutan mulai gundul.

“Ketika hujan deras datang, tidak ada lagi pepohonan yang bisa menahan tanah, sehingga rumah yang berada di bawah posisi pegunungan mudah terancam longsor”, kata Albert.

Akibat luapan air yang tinggi dan longsor yang terjadi beberapa hari ini, beberapa warga dievakuasi di Sanggar PKK Waisai.

Baca juga:  RAPBD Raja Ampat 2024 Diproyeksi Rp1,3 T, Bupati Faris Umlati Yakin Pro Rakyat

“Kami sudah menyurat ke Dinas Sosial untuk memberikan bantuan berupa sembako”, aku Albert.

Mengatasi Banjir dan longsor yang sering terjadi, masyarakat setempat dan Dinas terkait diminta berjibaku membersihkan drainase serta melakukan penanaman ulang (reboisasi) pada hutan yang telah gundul.

“Kami berharap semoga cuaca mulai membaik agar para warga yang dievakuasi kembali menempati rumah mereka”, tutup Arbert . (LPB4/Red).

Latest articles

‎PELITA Goes to School Ajak Pelajar SMK Negeri Tandia Rawat Kerukunan...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Pemuda Lintas Agama (PELITA) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengajak pelajar SMK Negeri Tandia menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama....

More like this

OJK dan Pemkab Raja Ampat Dorong Pelajar Gemar Menabung Lewat Gerakan Noken–Kapowen

RAJA AMPAT, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat...

Pemilik Hak Ulayat Buka Palang Adat Pulau Wayag, Harap Akses Wisata Kembali Normal

RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Pemilik hak ulayat dari tujuh marga masyarakat adat suku Kawei...

Kemenhan Serahkan Motor Operasional untuk Lembaga Adat Raja Ampat

RAJA AMPAT, LinkPapua.id - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyerahkan bantuan kendaraan operasional untuk Lembaga Masyarakat...