Pemprov Papua Barat Susun Kurikulum Noken Papua Jadi Mata Pelajaran Daerah

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat tengah memfinalisasi penyusunan kurikulum muatan lokal (mulok) Noken Papua agar dapat diterapkan sebagai salah satu mata pelajaran resmi di sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan khusus. Langkah ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah untuk melestarikan identitas budaya khas Papua melalui dunia pendidikan.

Penyusunan kurikulum ini dilaksanakan Dinas Pendidikan Papua Barat dan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru sekolah luar biasa (SLB), akademisi Universitas Papua (Unipa), serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP). Kegiatan berlangsung di Oriestom Bay Hotel, Selasa (6/5/2025).

Baca juga:  Hardiknas 2026, Wagub Papua Barat Tekankan Pendidikan Karakter dan Pemanfaatan Teknologi

Asisten I Setda Papua Barat, Syors Alberth Ortisanz Marini, yang mewakili Gubernur Dominggus Mandacan, mengatakan muatan lokal merupakan sarana pengenalan ciri khas daerah kepada peserta didik. Hal itu meliputi budaya, bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, hingga cerita rakyat.

Baca juga:  95 Persen Koperasi Merah Putih di Papua Barat Sudah Berizin, Sisanya Menyusul

“Provinsi papua barat menerapkan kurikulum muatan lokalnya adalah Noken Papua. Yang mana noken Papua ini sudah dirintis sejak beberapa tahun belakangan ini, namun baru tahun 2024 sudah mulai perlahan disusun kelengkapan materi-materinya untuk jenjang pendidikan khusus,” ujarnya.

Dia menambahkan, penyusunan kurikulum ini tidak hanya fokus pada materi ajar, tetapi juga pengembangan model pembelajaran yang kontekstual agar mudah dipahami oleh peserta didik.

Baca juga:  Prosesi Adat Awali Peresmian Pengembangan Runaway Bandara Rendani

Marini berharap tahun ini kurikulum Noken Papua bisa rampung dan langsung diterapkan sebagai mata pelajaran di seluruh satuan pendidikan khusus di Papua Barat.

“Sebagai wujud pertanggungjawaban kita kepada pemerintah dan masyarakat, terlebih para penyelenggara satuan pendidikan khusus di Papua Barat,” katanya. (LP14/red)

Latest articles

Wabup Bintuni Buka Rakor MKKS SMA-SMK se-Papua Barat, Bahas Mutu Pendidikan

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK se-Papua...

More like this

Suriyati: DPRK Akan Uji Kesesuaian Program dalam LKPJ Bupati 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Wakil Ketua DPRK Manokwari Suriyati mengatakan pihaknya dalam beberapa waktu kedepan...

Pansus DPRP Papua Barat Soroti Besarnya SiLPA di LKPJ Pemprov 2025

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRP Papua Barat menyoroti besarnya Sisa Lebih Perhitungan...

DPRK Manokwari Minta OPD Lengkapi Data Program untuk Evaluasi LKPJ 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Komisi IV DPRK Manokwari meminta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang...