Komisi II DPRK Manokwari RDP dengan Perusda Air Minum, Bahas PAD hingga Layanan Air Bersih

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com– Komisi II DPRK Manokwari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perusda Air Minum pada Selasa (20/5/2025) di DPRK Manokwari.

Ketua Komisi II DPRK Manokwari Yusak Sayori dalam kesempatan itu mengungkapkan peran Perusda air minum sangat penting karena selain memberikan pelayanan air bersih bagi masyarakat, juga menjadi komponen yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Masyarakat juga mengeluhkan pelayanan air bersih karena sering tidak mengalir. Kita mau tau apa yang menjadi kendala,”ungkap Sayori.

Baca juga:  Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

Sementara itu, Plt Direktur Perusda Air Minum Manokwari Ones Sesa menyampaikan hingga saat ini pihaknya terkendala karena tingginya tunggakan dari pelanggan.

“Sampai Januari 2024 tunggakan pelanggan mencapai 7.6 miliar. Pelanggan kita ada sekitar 7.000an ribu, tetapi yang aktif hanya sekitar 3.000an. Selama ini jika mendapat pendapatan dari pelanggan hanya cukup untuk opersional,”bebernya.

Ia juga menjelaskan saat ini sumber air yang digunakan berasal dari Maruni, Rendani 1 dan Rendani 2.

“Yang menjadi kendala juga adalah pipa induk usia sudah tua sehingga sering terjadi kebocoran yang berdampak pada tekanan air yang sulit diwilayah-wilayah yang berada pada ketinggian,”jelas dia.

Baca juga:  Susun RPJPD 2025-2045, Hermus Ingatkan Pembangunan yang Berkelanjutan

Sesa juga mengungkapkan dibeberapa titik yang dilalui pipa induk, masih adanya tuntutan ganti rugi dari masyarakat.

Wakil Ketua DPRK Manokwari Johanni Brian Makatita dalam RDP itu mengusulkan agar masyarakat yang menuntut ganti rugi dapat diberdayakan.

“Dari pada masyarakat tuntut ganti rugi mending direncanakan agar masyarakat diberdayakan untuk ikut menjaga pipa induk itu, sehingga tidak perlu bayar ganti rugi. Sehingga nantinya ada bagi hasil untuk masyarakat dan juga daerah dapat pendapatan,”bebernya.

Baca juga:  Papua Barat Targetkan Penurunan Kasus Stunting hingga 18 Persen di Tahun 2024

Selain itu, politisi Gerindra tersebut menilai jumlah pelanggan yang ada di Manokwari sangat minim. Untuk itu dia mendorong agar direksi Perusda untuk berinovatif agar meningkatkan pelayanan dan pelanggan yang ada di Manokwari.

“Dari 200an ribu penduduk di Manokwari, pelanggan hanya 7.000an ini masih sangat minim. Jika pelayanan baik pasti dengan sendirinya pelanggan juga akan banyak,”tegas Makatita.(LP3/Red)

Latest articles

DPRP Ingatkan Pemekaran DOB Pegunungan Meiyakh-Puncak Arfak Tak Sekadar Aspirasi, 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua DPRP Papua Barat, Orgenes Wonggor, mengingatkan rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meiyakh dan Kabupaten Puncak Arfak tidak...

More like this

Hari Ke-18 TMMD, Satgas Kodim 1808/Mansel Berbagi Bubur Bergizi dengan Anak-Anak Kampung Yamboi

‎MANSEL, LinkPapua.id – Kepedulian terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga...

Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara

MANOKWARI, Linkpapua.id– Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) memperkenalkan rangkaian perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional...

‎Persit Kodim Mansel Ajarkan Anak-Anak Yamboi Cara Sikat Gigi-Cuci Tangan yang Benar

MANSEL, LinkPapua.id – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVII Kodim 1808/Manokwari Selatan (Mansel) mengajarkan...