27.6 C
Manokwari
Sabtu, April 11, 2026
27.6 C
Manokwari
More

    Wabup Bintuni Luncurkan Inovasi Briket dari Limbah Mangrove

    Published on

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Joko Lingara, meluncurkan inovasi pemanfaatan limbah mangrove menjadi briket bahan bakar. Peluncuran dilakukan di Kampung Masina, Distrik Bintuni, Sabtu (2/8/2025).

    Inovasi ini ditandai dengan pembakaran perdana limbah kayu mangrove yang akan diolah menjadi arang sebelum dicetak menjadi briket. Program ini disebut sebagai awal transisi energi lokal berbasis lingkungan di Teluk Bintuni.

    Inovasi tersebut merupakan proyek perubahan yang digagas Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup, Markus Marlen Iba. Proyek ini merupakan bagian dari syarat keikutsertaan Markus dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX tahun 2025.

    “Ini merupakan inovasi yang pertama kali ada, yang diangkat oleh Pak Markus Iba. Semoga ini menjadi percontohan bagi daerah lain yang bisa dikembangkan secara berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam,” ujar Joko.

    Baca juga:  September, Pemprov Papua Barat Upayakan Serapan Anggaran di Atas 50 Persen

    Dia menegaskan, potensi limbah mangrove di Teluk Bintuni sangat besar sehingga berpeluang menjadi sumber energi alternatif. Menurutnya, program ini menjawab tantangan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.

    Joko juga menyebut, ekosistem mangrove Teluk Bintuni merupakan yang terbesar kedua di dunia. Dia mengatakan, mangrove bukan hanya pelindung kawasan pesisir, tapi juga menyimpan potensi besar sebagai sumber biomassa.

    “Jika dikelola dengan benar, biomassa mangrove bisa menghasilkan energi listrik, bahan bakar bioetanol, dan biogas. Besar harapan saya, implementasi inovasi ini dapat memberi perubahan bagi wajah Teluk Bintuni ke depan,” katanya.

    Baca juga:  Rayakan HUT Ke-75, Kodim 1806/Teluk Bintuni Bagi 30.000 Masker Gratis

    Markus Marlen Iba mengatakan, inti dari proyek ini adalah meningkatkan nilai ekonomis dari limbah kayu mangrove. Setelah diolah menjadi briket, limbah tersebut memiliki nilai jual yang jauh lebih baik.

    Dia menggandeng komunitas Sahabat Mangrove Teluk Bintuni sebagai pelaksana lapangan program ini. Markus menjelaskan, prosesnya dimulai dengan membakar limbah kayu hingga menjadi arang.

    “Kita oven seperti itu, sampai limbah kayu itu nanti menjadi arang. Setelah itu baru kita tumbuk halus, dan kita campur dengan tepung sebagai perekat,” jelasnya.

    Baca juga:  120 Pesilat Bersaing di Champion Cup 1 IPSI Teluk Bintuni

    Arang yang sudah berbentuk bubuk itu kemudian dicetak menjadi potongan kecil briket siap pakai. Markus berharap, produk briket ini bisa dipasarkan ke luar daerah untuk menjawab kebutuhan energi ramah lingkungan.

    Sementara itu, Ludfi Iha, anggota Polres Teluk Bintuni yang didaulat sebagai duta mangrove, turut mengapresiasi program ini. Ia menilai, inovasi ini sangat membantu masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

    “Ini akan mengajarkan masyarakat bagaimana memanfaatkan limbah kayu mangrove yang selama ini terbuang percuma, menjadi produk yang bernilai ekonomi. Saya sangat mendukung program ini untuk dikembangkan lagi,” ucapnya. (LP5/red)

    Latest articles

    Hermus Indou:Pembangunan Huntap Disesuaikan Kemampuan Anggaran Daerah

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten di Manokwari memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban kebakaran di kawasan Borobudur belum dapat dilakukan sekaligus. Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap...

    More like this

    Hermus Indou:Pembangunan Huntap Disesuaikan Kemampuan Anggaran Daerah

    MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten di Manokwari memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban kebakaran di...

    Halal Bihalal PHBI Manokwari, Perkuat Persatuan dan Sinergi Hadapi Bencana

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Manokwari menggelar kegiatan halal bihalal bersama Pemerintah...

    Pemkab Manokwari Larang Pembangunan di DAS, Fokus Cegah Bencana

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Pemerintah Kabupaten Manokwari berencana menertibkan bangunan yang berdiri di daerah aliran sungai...