TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni, Joko Lingara, meluncurkan Sistem Perencanaan Terintegrasi (Serasi) untuk tata kelola pendidikan. Sistem ini digagas Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Teluk Bintuni melalui Proyek Perubahan PKN II Angkatan IX 2025.
Peluncuran dilakukan di Aula Dinas Pendidikan KM 7, Distrik Bintuni, Jumat (15/8/2025). Serasi dihadirkan sebagai solusi mengatasi masalah akses, mutu, dan perencanaan program pendidikan yang belum sepenuhnya terintegrasi.
Joko menekankan pentingnya sistem pendidikan yang adaptif, responsif, dan terintegrasi. Dia menyebut Serasi sebagai langkah strategis agar perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan berjalan lebih sistematis, transparan, dan akuntabel.
“Kita berharap sistem ini mampu menyelaraskan kebutuhan pendidikan di lapangan dengan program pemerintah daerah secara tepat dan cepat. Tidak boleh ada lagi ketimpangan antara rencana dan pelaksanaan. Setiap anak di Teluk Bintuni harus mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.
Joko juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam perancangan proyek ini, khususnya ASN peserta PKN II Angkatan IX 2025. Dia menilai keberhasilan Serasi ditentukan oleh sinergi semua pihak.
“Keberhasilan proyek ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau metode, tetapi oleh sinergi dan kesungguhan semua pihak,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Joko memberi pesan khusus untuk generasi muda. “Anak-anak kita yang jauh di gunung harus disiplin, itu namanya kaderisasi, di kota, anak pintar teknologi, sementara di kampung anak-anak masih bingung. Harapan saya, di tahun 2026 anak-anak kita bisa lebih pintar dari kita,” ucapnya.

Kepala Disdikbudpora, Henry D Kapuangan, yang menjadi reformer proyek ini mengatakan Serasi hadir untuk menjawab tantangan pendidikan di daerah. Dia menyebut sistem ini dirancang agar perencanaan lebih terukur dan berbasis data.
“Melalui proyek perubahan ini, kami berkomitmen menghadirkan tata kelola pendidikan yang terencana, berbasis data, dan kolaboratif antar pemangku kepentingan. Ini bukan sekadar proyek, melainkan langkah awal menuju perubahan besar dalam perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi pembangunan sektor pendidikan di Teluk Bintuni,” ujar ujarnya.
Acara ini dihadiri Plt Sekda Frans N Awak, Asisten II Bidang Administrasi Pemerintahan IB Putu Suratna, Anggota DPRK Teluk Bintuni Komisi A Bidang Pendidikan Madika, Kepala Dinas Kominfo Meliaki Dowansiba, Ketua GOW Nurdiana Lingara, Plt Direktur RSUD Bintuni Novita Panggau, serta para pejabat dan pemangku kepentingan di sektor pendidikan. (LP5/red)









