27.9 C
Manokwari
Sabtu, April 11, 2026
27.9 C
Manokwari
More

    DPR Papua Barat Kebut Ranperda Pariwisata, Target Tingkatkan PAD

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – DPR Papua Barat mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Induk Kepariwisataan (RIP) 2026-2045. Langkah ini diambil untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

    “Memang hari ini pembahasannya tidak final dan akan dilanjutkan tanggal 3 Oktober akan kembali dibahas setelah perbaikan draf hingga penulisan dokumen Ranperda,” kata Ketua Bapemperda DPR Papua Barat Amin Ngabalin usai memimpin rapat di Hotel Aston Niu, Rabu (17/9/2025).

    Baca juga:  30 Personil Polda Papua Barat BKO Ke Polres Fakfak  

    Amin mengapresiasi langkah Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang mengusulkan Ranperda RIP. Dia menyebut pembahasan lanjutan harus lebih matang dengan melibatkan lebih banyak pihak.

    Dia meminta semua OPD terkait hadir, bukan hanya Dinas Pariwisata. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor penting agar produk hukum ini tidak sekadar menjadi lembaran aturan.

    “Dinas PUPR, Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Sosial, Bappeda, Pemberdayaan Perempuan, Brida, semua yang terkait harus hadir agar nantinya tidak ada egosektoral. Sehingga produk hukum ini benar-benar matang dan dapat diimplementasikan bukan hanya sekedar lembaran peraturan daerah,” ujarnya.

    Baca juga:  Anggaran Terpangkas, PUPR Papua Barat Ngaku Kewalahan Akomodir Kontraktor OAP

    Amin menilai pembangunan pariwisata adalah tanggung jawab lintas sektor. Ranperda RIP disebut sebagai sektor prioritas karena merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011.

    Menurutnya, pariwisata harus digarap maksimal agar PAD meningkat. Ia menilai Papua Barat perlu mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat dengan memperkuat kemandirian fiskal.

    Baca juga:  DPR Papua Barat Matangkan Raperdasi Pariwisata, Masyarakat Adat Akan Terlibat

    “Dari sektor pariwisata, Papua Barat memiliki potensi sangat luar biasa. Dari potensi religius seluruh agama samawi yang merupakan tiga agama besar, Islam, Katolik, Protestan, itu ada di Papua Barat. Ketika harinya semua orang datang ke Papua Barat untuk memperingati, ini merupakan peluang luar biasa,” jelas Amin. (LP14/red)

    Latest articles

    Halal Bihalal PHBI Manokwari, Perkuat Persatuan dan Sinergi Hadapi Bencana

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id– Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Manokwari menggelar kegiatan halal bihalal bersama Pemerintah Kabupaten Manokwari serta unsur TNI-Polri sebagai momentum mempererat silaturahmi dan...

    More like this

    Halal Bihalal PHBI Manokwari, Perkuat Persatuan dan Sinergi Hadapi Bencana

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Manokwari menggelar kegiatan halal bihalal bersama Pemerintah...

    Pemkab Manokwari Larang Pembangunan di DAS, Fokus Cegah Bencana

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Pemerintah Kabupaten Manokwari berencana menertibkan bangunan yang berdiri di daerah aliran sungai...

    Pemda Bangun 46 Unit Huntara untuk Korban Kebakaran Borobudur, Warga Diminta Jaga Fasilitas

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Pemerintah daerah membangun hunian sementara (huntara) bagi korban bencana kebakaran di kompleks...