DPR Papua Barat Kebut Ranperda Pariwisata, Target Tingkatkan PAD

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPR Papua Barat mempercepat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Induk Kepariwisataan (RIP) 2026-2045. Langkah ini diambil untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.

“Memang hari ini pembahasannya tidak final dan akan dilanjutkan tanggal 3 Oktober akan kembali dibahas setelah perbaikan draf hingga penulisan dokumen Ranperda,” kata Ketua Bapemperda DPR Papua Barat Amin Ngabalin usai memimpin rapat di Hotel Aston Niu, Rabu (17/9/2025).

Baca juga:  Daya Serap Tenaga Kerja di Papua Barat Naik, BPS: Masih Terdampak Pandemi

Amin mengapresiasi langkah Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan yang mengusulkan Ranperda RIP. Dia menyebut pembahasan lanjutan harus lebih matang dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Dia meminta semua OPD terkait hadir, bukan hanya Dinas Pariwisata. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor penting agar produk hukum ini tidak sekadar menjadi lembaran aturan.

“Dinas PUPR, Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Sosial, Bappeda, Pemberdayaan Perempuan, Brida, semua yang terkait harus hadir agar nantinya tidak ada egosektoral. Sehingga produk hukum ini benar-benar matang dan dapat diimplementasikan bukan hanya sekedar lembaran peraturan daerah,” ujarnya.

Baca juga:  Juara Creative Breaktrough, Ini Program Inovasi dan Kreatif Polda Papua Barat

Amin menilai pembangunan pariwisata adalah tanggung jawab lintas sektor. Ranperda RIP disebut sebagai sektor prioritas karena merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011.

Menurutnya, pariwisata harus digarap maksimal agar PAD meningkat. Ia menilai Papua Barat perlu mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat dengan memperkuat kemandirian fiskal.

Baca juga:  LP3KD Papua Barat Siapkan Kontingen Hadapi Pesparani Nasional

“Dari sektor pariwisata, Papua Barat memiliki potensi sangat luar biasa. Dari potensi religius seluruh agama samawi yang merupakan tiga agama besar, Islam, Katolik, Protestan, itu ada di Papua Barat. Ketika harinya semua orang datang ke Papua Barat untuk memperingati, ini merupakan peluang luar biasa,” jelas Amin. (LP14/red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Lewat Duta Muda EduTour, BPJS Kesehatan Perkuat Literasi JKN di Kalangan Pelajar

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Kesehatan Cabang Manokwari memperkuat literasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)...

PI 10 Persen Tak Kunjung Cair, Gubernur Papua Barat Desak Pemerintah Pusat Percepat Hak Migas Daerah

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendesak pemerintah pusat mempercepat realisasi participating...

Waktu Makin Sempit, Wagub Papua Barat Minta OPD Gercep Tindak Lanjuti Perubahan APBD

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta organisasi perangkat daerah...