Rekor! Frans Awak Plt Sekda Terlama Teluk Bintuni, 5 Tahun Baru Pensiun

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Frans Nikolas Awak pensiun sebagai ASN per 1 Oktober 2025 setelah lima tahun menjabat Plt Sekda Teluk Bintuni, Papua Barat. Jabatan Plt selama itu tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah birokrasi Pemkab Teluk Bintuni.

“Jika mengacu pada aturan itu, (sebenarnya) penugasan Plt itu paling lama enam bulan,” kata Asisten II Setda Teluk Bintuni IB Putu Suratna di Kantor Bupati, Rabu (1/10/2025).

Frans Awak pertama kali ditunjuk sebagai Plt Sekda pada Mei 2020 di era Bupati Petrus Kasihiw. Saat itu sudah dilakukan seleksi terbuka, tetapi hasilnya tak pernah ditindaklanjuti.

Baca juga:  Tujuh OPD Papua Barat Ikuti Pencanangan Zona Integritas Hari ini

Dari lima peserta seleksi, empat dinyatakan lolos termasuk Frans Awak. Namun, Bupati Petrus Kasihiw tidak melantik satu pun meski seleksi telah memakai anggaran negara. Posisi sekda akhirnya dibiarkan kosong dengan menunjuk Frans Awak sebagai Plt.

Padahal, Peraturan MenPAN RB Nomor 22 Tahun 2021 menyebut masa jabatan Plt hanya maksimal enam bulan. Fakta ini membuat penugasan Frans Awak yang berlangsung hingga lima tahun dinilai menabrak aturan.

Baca juga:  Pemkab Teluk Bintuni Segera Operasikan Ambulans Apung di Pelabuhan Jetty

Frans Awak yang sudah mengabdi 35 tahun akhirnya pensiun di pangkat IV-c. Statusnya yang terus ‘digantung’ membuat kenaikan pangkatnya mandek dan hanya berhak mendapat Kenaikan Pangkat Pengabdian (KPP) IV-d.

Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy kini menunjuk Putu Suratna sebagai Plt Sekda menggantikan Frans Awak. Penugasan ini berlaku mulai 1 Oktober 2025.

Bupati Yohanis menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian Frans Awak. Dia menilai Frans Awak sosok ASN teladan yang membimbing dengan bijak dan membina dengan hati.

Baca juga:  Pemkab Teluk Bintuni Segera Terbitkan SK ASN PPPK Formasi 2024

“Kami semua belajar dari teladan Bapak. Besar harapan saya, semoga pengabdian dan nilai-nilai yang telah Bapak tanamkan, dapat menjadi warisan moral dan profesionalisme yang terus hidup dalam jiwa seluruh ASN di Teluk Bintuni,” ujar Yohanis.

Yohanis berharap seluruh ASN menjadikan Frans Awak sebagai figur teladan. Dia menegaskan masa pensiun bukan akhir pengabdian, melainkan babak baru untuk terus memberi makna di tengah masyarakat. (LP5/red)

Latest articles

1 Tahun Latihan, Steven Solo Remaja Putra Papua Barat Tampil Memukau...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Steven Orgenes Peneas Anari tampil mewakili Papua Barat pada kategori solo remaja putra dalam ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua...

More like this

Wabup Bintuni Buka Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup, 126 Peserta Bersaing 

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara membuka secara resmi...

Laporan terhadap Tiga Pengurus BKMT Dihentikan, Kuasa Hukum Sebut Murni Sengketa Internal

MANOKWARI, Linkpapua.id-Polda Papua Barat menghentikan penyelidikan atas laporan tindak pidana terhadap 3 pengurus dan...

Kapolresta Manokwari Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama dan Kapolsek

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab)...