26.8 C
Manokwari
Kamis, Februari 19, 2026
26.8 C
Manokwari
More

    Papua Barat dan Papua Barat Daya Kompak Inflasi di September, Ini Rinciannya

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Dua provinsi di tanah Papua sama-sama mencatat inflasi pada September 2025. Papua Barat mencatat inflasi 1,02 persen, sementara Papua Barat Daya 1,30 persen.

    Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi year on year (y-on-y) Papua Barat sebesar 1,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,51. Hampir seluruh kelompok pengeluaran menjadi penyumbang kenaikan harga.

    “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran,” tulis BPS dalam laporan resmi dikutip LinkLapua.id, Sabtu (4/10/2025).

    Baca juga:  Rayakan HUT ke-22, Granat Kampanyekan "Selamatkan Anak Papua dari Lem Aibon

    Kenaikan harga tertinggi di Papua Barat berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,99 persen. Disusul kelompok restoran 4,07 persen, pendidikan 2,80 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 2,50 persen.

    Sementara itu, kelompok yang mengalami penurunan adalah perlengkapan rumah tangga sebesar 1,15 persen dan transportasi sebesar 1,57 persen. Adapun inflasi month to month (m-to-m) Papua Barat pada September tercatat 0,97 persen dan year to date (y-to-d) 0,53 persen.

    Baca juga:  Irjen Pol Tornagogo Puji Gerakan Polisi Peduli Mangrove di Bintuni: Jangan Kendor

    Berbeda tipis, Papua Barat Daya mencatat inflasi y-on-y sebesar 1,30 persen dengan IHK 107,04. Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,49 persen dan terendah di Kota Sorong sebesar 0,83 persen.

    “Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sorong Selatan sebesar 2,49 persen dengan IHK sebesar 111,25 dan inflasi terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 0,83 persen dengan IHK sebesar 106,79,” tulis BPS.

    Baca juga:  Raperdasi Pariwisata Papua Barat Tertunda, Anggaran Jadi Kendala

    Penyumbang inflasi terbesar di Papua Barat Daya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,26 persen. Disusul kelompok restoran 2,84 persen, kesehatan 1,83 persen, serta transportasi 1,38 persen.

    Sementara itu, penurunan harga terjadi pada kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,35 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,83 persen. BPS mencatat Papua Barat Daya justru mengalami deflasi m-to-m 0,11 persen, sedangkan inflasi y-to-d sebesar 1,60 persen. (*/red)

     

    Latest articles

    Ditpolairud Polda Papua Barat Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id– Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Papua Barat (Ditpolairud) melaksanakan kegiatan bersih-bersih bersama Komunitas Anak Air Manokwari. Kegiatan yang digelar  di kawasan...

    More like this

    Ditpolairud Polda Papua Barat Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Papua Barat (Ditpolairud) melaksanakan kegiatan bersih-bersih...

    Haryono May Harap Sekda Baru Mampu Realisasikan Target Pendapatan Anggaran Daerah

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou resmi melantik Yan Ayomi sebagai Sekretris Daerah (Sekda)...

    Bupati Hermus Lantik Yan Ayomi jadi Sekda Manokwari

    MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou pada Rabu (18/2/2026)resmi melantik Yan Ayomi sebagai Sekretaris...