Serapan Anggaran Papua Barat Seret, Lakotani: Kalau Tak Mampu, Geser!

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani menyinggung rendahnya serapan anggaran daerah jelang akhir tahun. Ia menegaskan, OPD yang tidak mampu memaksimalkan serapan anggaran berpotensi digeser dari jabatannya.

“Beberapa waktu lalu kita ribut minta agar tidak kena dampak efisien. Sekarang sudah dikasih dana, tapi tidak mampu menggunakannya. Jadi, jika ada perangkat daerah yang serapan anggarannya tidak maksimal boleh saja digeser dan digantikan dengan yang mampu memaksimalkan serapan anggaran,” ujar Lakotani di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (20/10/2025).

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Serahkan Santunan Rp500 Juta ke Keluarga Korban Longsor Pegaf

Lakotani menilai, rendahnya serapan anggaran menunjukkan perencanaan yang tidak matang. Kondisi itu juga berpotensi menimbulkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) yang tinggi.

Menurutnya, jika belanja pemerintah berjalan optimal, uang akan beredar di masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“APBD kita adalah instrumen utama dalam menggerakkan perekonomian daerah. Walaupun adanya perusahaan besar, namun tetap instrumen utamanya APBD,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Papua Barat Wanti-Wanti Perangkat Daerah Transparan Kelola APBD 2026

Lakotani menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto harus ditopang oleh pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, belanja APBD menjadi faktor kunci yang menentukan laju ekonomi di Papua Barat.

“Jika belanja APBD dilakukan dengan cermat, tepat, maka dampak pertumbuhan ekonomi daerah akan tinggi dan signifikan. Karenanya memaksimalkan belanja APBD menjadi parameter penting dalam menumbuhkan perekonomian daerah,” tuturnya.

Baca juga:  Rapat Evaluasi RPJPD, Pemprov Papua Barat Minta Pimpinan OPD Hadir Langsung

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere optimistis serapan anggaran akan meningkat pada triwulan IV. Ia menyebut sebagian besar belanja modal dan infrastruktur memang dijadwalkan pada periode tersebut.


Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Ali Baham Temongmere. (Foto: Taufik/LinkPapua.id)

“Saya belum tahu totalnya mencapai berapa persen, namun anggaran itu ada arus kasnya, di mana penyerapan besar ada di triwulan IV. Sehingga kami tetap optimis di minggu ketiga dan keempat akhir dapat meningkat,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat dan ibu-ibu PKK di empat kabupaten. Pemprov juga menyerahkan 8...

More like this

‎Pemprov Papua Barat Salurkan 80 Mesin Jahit-8 Antropometri Kit, Dorong Ekonomi Produktif di Kampung

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyalurkan 80 mesin jahit kepada masyarakat...

Gubernur Papua Barat Serahkan APBD-P 2026: Belanja Naik 11,38%, SiLPA Melonjak Jadi Rp237,3 M

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan rancangan perubahan KUA-PPAS) APBD Papua...

APBD Perubahan Papua Barat 2026 Dikebut, Sekda Ali Baham: Serapan Tak Harus 100 Persen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mempercepat pembahasan APBD Perubahan 2026 agar...