Buku ‘Berubahnya Peradaban Papua’ Diluncurkan di Perayaan Seabad Nubuatan Kijne

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Buku ‘Berubahnya Peradaban Papua’ karya Agus T Hendrik Torey diluncurkan dalam perayaan satu abad Nubuatan IS Kijne di Lapangan Miei, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Jumat (24/10/2025). Peluncuran buku ini disaksikan ribuan tamu yang hadir di lokasi acara.

Agus mengatakan buku tersebut ditulis untuk mengingatkan kembali masyarakat Papua agar tidak kehilangan sejarah. Menurutnya, sejarah adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita orang Papua sekarang kehilangan sejarah atas dasar inilah saya menulis buku ini agar bisa diajarkan kepada anak-anak kita. Jika membaca buku ini maka kita tahu bahwa misionaris datang ke sini membawa peradaban agar kita maju,” kata Agus.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2023 ke DPR

Buku ini merupakan edisi revisi dari karya sebelumnya dan diterbitkan khusus untuk memperingati satu abad Nubuatan Kijne. Isinya menceritakan perjuangan utusan misi peradaban dari Eropa yang datang ke Papua pada pertengahan abad ke-19 untuk membawa kabar baik dan perubahan sosial.

“Dari sisi kerohanian para utusan juga membawa peradaban modern ke Papua sementara peradaban orang Papua pada saat itu masih di taraf tradisional,” ujarnya.

Agus menjelaskan, peradaban Papua pada masa awal hanya dipengaruhi oleh pedagang dan penjelajah luar tanpa memberi dampak besar terhadap kemajuan. Perubahan baru benar-benar terasa setelah ajaran dan peradaban yang dibawa oleh Pdt Izaak Samuel Kijne mulai diterima masyarakat.

Baca juga:  Deadline Besok! Bupati Bintuni Desak 20 OPD Input RAP Dana Otsus 2026

“Dengan peradaban yang dibawa oleh Pdt Izaak Samuel Kijne secara bertahap peradaban di tanah Papua berubah lebih maju dan terus berkembang hingga sekarang,” ucapnya.

Agus lahir di Sorong pada 1966 dan menempuh pendidikan teologi di Bandung. Ia juga pernah menjadi dosen di salah satu sekolah tinggi teologi dan aktif menulis serta mengajar anak-anak kurang mampu di Papua.

Baca juga:  HUT Brimob ke-76 di Bintuni, Kasihiw Janji Kebut Pembangunan Mako

“Saya juga sering memberikan kuliah umum, seminar, dan lokakarya berkaitan dengan buku-buku dan karya saya. Dalam menulis buku ini saya telah berjuang bertahun-tahun sehingga buku ini bisa diterbitkan,” ungkapnya.

Beberapa karya yang telah ditulis Agus antara lain ‘Sederhana Itu Indah, Berlimpah Itu Anugerah’ (2013), ‘Berubahnya Peradaban Papua’ edisi pertama (2015), ‘Membangun Peradaban Baru di Tanah Maybrat’ (2016), ‘Ladang Sedang Menguning di Tanah Maybrat’ (2018), serta ‘Berubahnya Peradaban Papua’ edisi revisi yang diterbitkan khusus untuk perayaan satu abad Nubuatan Kijne pada 2025. (LP14/red)

Latest articles

Papua Barat Lepas 20 Peserta MTQ Korpri Nasional, Bawa Target Perbaikan...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat melepas 20 peserta untuk mengikuti MTQ Korpri tingkat nasional ke-8 di Makassar dan Pangkep, Sulawesi Selatan...

More like this

Wabup Bintuni Kunjungi Kampung Base Camp Hendrison, 30 KK Kini Nikmati Akses Jalan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara mengunjungi Kampung Base...

Wabup Bintuni Sidak OPD Jelang Jam Makan Siang, Temukan Pegawai Masih di Jalan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara menyidak sejumlah organisasi...

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Bisa Diamati di Mana Saja?

JAKARTA, LinkPapua.id – BMKG menyebut Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat...