Buku ‘Berubahnya Peradaban Papua’ Diluncurkan di Perayaan Seabad Nubuatan Kijne

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Buku ‘Berubahnya Peradaban Papua’ karya Agus T Hendrik Torey diluncurkan dalam perayaan satu abad Nubuatan IS Kijne di Lapangan Miei, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Jumat (24/10/2025). Peluncuran buku ini disaksikan ribuan tamu yang hadir di lokasi acara.

Agus mengatakan buku tersebut ditulis untuk mengingatkan kembali masyarakat Papua agar tidak kehilangan sejarah. Menurutnya, sejarah adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita orang Papua sekarang kehilangan sejarah atas dasar inilah saya menulis buku ini agar bisa diajarkan kepada anak-anak kita. Jika membaca buku ini maka kita tahu bahwa misionaris datang ke sini membawa peradaban agar kita maju,” kata Agus.

Baca juga:  Pemkab Tambrauw Genjot Peningkatan Produksi Komoditas Unggulan di Sektor Pertanian

Buku ini merupakan edisi revisi dari karya sebelumnya dan diterbitkan khusus untuk memperingati satu abad Nubuatan Kijne. Isinya menceritakan perjuangan utusan misi peradaban dari Eropa yang datang ke Papua pada pertengahan abad ke-19 untuk membawa kabar baik dan perubahan sosial.

“Dari sisi kerohanian para utusan juga membawa peradaban modern ke Papua sementara peradaban orang Papua pada saat itu masih di taraf tradisional,” ujarnya.

Agus menjelaskan, peradaban Papua pada masa awal hanya dipengaruhi oleh pedagang dan penjelajah luar tanpa memberi dampak besar terhadap kemajuan. Perubahan baru benar-benar terasa setelah ajaran dan peradaban yang dibawa oleh Pdt Izaak Samuel Kijne mulai diterima masyarakat.

Baca juga:  Hermus Letakkan Batu Pertama Monumen IS Kijne di Wondama, Harap Cepat Rampung

“Dengan peradaban yang dibawa oleh Pdt Izaak Samuel Kijne secara bertahap peradaban di tanah Papua berubah lebih maju dan terus berkembang hingga sekarang,” ucapnya.

Agus lahir di Sorong pada 1966 dan menempuh pendidikan teologi di Bandung. Ia juga pernah menjadi dosen di salah satu sekolah tinggi teologi dan aktif menulis serta mengajar anak-anak kurang mampu di Papua.

Baca juga:  Hari ini Sidang Komisi AMDAL LNG Digelar, Serap Aspirasi Warga Terdampak

“Saya juga sering memberikan kuliah umum, seminar, dan lokakarya berkaitan dengan buku-buku dan karya saya. Dalam menulis buku ini saya telah berjuang bertahun-tahun sehingga buku ini bisa diterbitkan,” ungkapnya.

Beberapa karya yang telah ditulis Agus antara lain ‘Sederhana Itu Indah, Berlimpah Itu Anugerah’ (2013), ‘Berubahnya Peradaban Papua’ edisi pertama (2015), ‘Membangun Peradaban Baru di Tanah Maybrat’ (2016), ‘Ladang Sedang Menguning di Tanah Maybrat’ (2018), serta ‘Berubahnya Peradaban Papua’ edisi revisi yang diterbitkan khusus untuk perayaan satu abad Nubuatan Kijne pada 2025. (LP14/red)

Latest articles

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Barat Perkuat Kepedulian Sosial kepada...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua Barat melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Pada Kamis (25/6/2026).Hadir...

More like this

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Barat Perkuat Kepedulian Sosial kepada Warga

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua Barat melaksanakan berbagai...

Hery Wonda Masih Hilang di Perairan Pulau Roon, Tim SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian

MANOKWARI, Linkpapua.id-Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Hery Wonda (26), penumpang KM Gunung...

Rp400 Juta Dikembalikan, Perkara Piutang ASN Pemkab Bintuni-Ketua KPU Berakhir Damai

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Perkara utang piutang antara seorang ASN Pemkab Teluk Bintuni, Papua...