25.1 C
Manokwari
Minggu, Maret 29, 2026
25.1 C
Manokwari
More

    DPR Papua Barat Godok Perda Perlindungan Situs Keagamaan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – DPR Papua Barat mulai menggodok rancangan peraturan daerah (perda) tentang perlindungan dan pengembangan situs-situs keagamaan. Pembahasan usul judul perda ini akan dilakukan sebelum sidang KUA-PPAS 2026.

    “Perda ini merupakan inisiatif DPR yang kami sendiri di Bapemperda yang mengusulkan. Kami sudah mengurat kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR juga gubernur untuk melakukan paripurna usul judul sebelum sidang KUA-PPAS 2026 dibahas di bulan ini,” ujar Ketua Bapemperda DPR Papua Barat Amin Ngabalin kepada wartawan di RSUP Papua Barat, Kamis (13/12/2025).

    Baca juga:  Belanja APBN di Papua Barat capai 76 persen

    Amin menjelaskan, usai paripurna usul judul, Bapemperda akan membahas prioritas rancangan perda yang siap disusun bersama anggarannya. Jika disepakati, tahap selanjutnya adalah paripurna penetapan judul dalam propemperda.

    Dia menyebut penetapan judul sebelum sidang KUA-PPAS bertujuan agar anggaran pelestarian situs keagamaan dapat dimasukkan dalam APBD 2026. Saat ini pihaknya telah menyerahkan usulan dan menunggu respons dari pemerintah daerah.

    “Karena sekarang teman-teman DPR baru selesai reses, maka kita akan lihat nanti. Namun, saya pastikan perlindungan, pengembangan, dan pelestarian situs-situs keagamaan pasti masuk di dalam APBD 2026,” katanya.

    Baca juga:  Panja Revisi Tatib DPR Papua Barat Sudah Selesaikan Tugas

    Menurut Amin, dasar penyusunan perda ini berangkat dari keunikan Papua Barat sebagai wilayah pertama di tanah Papua tempat masuknya tiga agama samawi: Islam, Yahudi, dan Nasrani. Karena itu, perlu ada aturan khusus untuk menjaga dan mengembangkan situs-situs keagamaan tersebut.

    “Ini menjadi peluang wilayah Papua Barat untuk mengembangkan wisata rohani. Olehnya, peraturan terkait perlindungannya perlu dibuat,” tuturnya.

    Baca juga:  DPR PB Targetkan Ranperda Keuangan Administratif Masuk Finalisasi Pekan Depan

    Dia mencontohkan sejumlah situs keagamaan penting seperti Pulau Mansinam, Nubuatan Kijne di Wondama, dan lokasi masuknya Islam pertama di Fakfak yang perlu dilestarikan. Pelestarian ini, kata dia, juga berpotensi menjadi sumber pendapatan daerah dari sektor wisata.

    “Setiap tahunnya ramai-ramai orang datang ke Mansinam, ke Wondama, dan ke Fakfak untuk merayakan hari peradaban tersebut. Dari situ dapat menjadi potensi PAD untuk daerah,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    UNCRI Wisuda 173 Lulusan, Rektor Target Akreditasi Unggul 2028

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) melepas 173 lulusan perdana dalam prosesi wisuda di Aula Polda Papua Barat. Momentum ini menjadi pijakan awal...

    More like this

    UNCRI Wisuda 173 Lulusan, Rektor Target Akreditasi Unggul 2028

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) melepas 173 lulusan perdana dalam prosesi wisuda...

    Wakapolda Papua Barat Hadiri Wisuda UNCRI, Wujud Dukungan dalam Pengembangan SDM

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah,...

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Papua Barat Daya

    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH...