Prof Nancy dari AS Isi Workshop Perawat Manokwari soal PTM

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Prof Nancy W Muturi dari Kansas State University, Amerika Serikat (AS), hadir mengisi workshop perawat di Manokwari, Papua Barat, yang membahas penyakit tidak menular (PTM). Kehadiran ahli internasional ini disebut menjadi momentum penting bagi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Manokwari.

Workshop digelar di aula RSUD Papua Barat, Sabtu (22/11/1025). Kegiatan ini mengusung tema Peran Perawat sebagai Pelatih Kesehatan untuk PTM.

“Hari ini adalah momen istimewa bagi kami karena Prof. Nancy bisa memberikan ilmunya,” ujar Penasihat PPNI Manokwari Niluh Gede Susanti.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Serahkan Santunan Rp500 Juta ke Keluarga Korban Longsor Pegaf

Niluh mengatakan rencana mengundang Prof Nancy sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu. Undangan itu baru terlaksana bulan ini karena sebelumnya terkendala kebijakan dari Amerika.

PTM kini menjadi perhatian serius secara global maupun nasional. Data Dinkes Manokwari mencatat angka kematian akibat PTM sudah mencapai 75 persen.

Ketua DPD PPNI Manokwari Regina Paririe menegaskan pentingnya peran perawat dalam menghadapi ancaman PTM. Ia menyebut perawat menjadi garda edukasi sekaligus pengelola penyakit di masyarakat.

Baca juga:  Pj Gubernur PB Beri 'Alarm' 4 Daerah yang Alami Kenaikan Stunting Tinggi

“Perawat dapat berperan sebagai pemberi edukasi, konseling, pelayanan kesehatan primer, pengawas dan pengelola penyakit, serta dukungan psikologis dan sosial,” jelas Regina.

Regina menyebut workshop ini diikuti 90 peserta dari 16 puskesmas dan 6 rumah sakit. Ia berharap kegiatan tersebut mendorong perawat berinovasi dan tidak terpaku pada tugas rutin.

Plh Kasi P2PTM Dinkes Manokwari Rudi Anderi juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Dia menyoroti perubahan gaya hidup dan konsumsi makanan cepat saji yang memicu meningkatnya PTM, termasuk pada generasi milenial.

Baca juga:  Tegas! Bupati Raja Ampat Ingatkan ASN untuk Bekerja Jujur dan Disiplin

Rudi menekankan pentingnya tenaga kesehatan memperkuat upaya promotif dan preventif. Ia menyebut penyuluhan harus dilakukan hingga ke masyarakat akar rumput.

“Langkah pemerintah melalui cek kesehatan gratis merupakan upaya deteksi dini. Dengan langkah ini, harapan sehat untuk masyarakat semakin meningkat karena pendeteksian dilakukan sejak dini,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Keluarkan Edaran Kesiapsiagaan Karhutla dan Antisipasi El Nino...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/1344/GPB/2026 tentang kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 serta antisipasi potensi...

More like this

Peringati HUT ke-78 Polwan, Polda Papua Barat Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Aksi Sosial

MANOKWARI, Linkpapua.id-Dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia...

Lima Program CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Diakui di ISRA 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berhasil memborong 5 penghargaan dalam ajang Indonesia...

Festival Kopi Manokwari Diharapkan Dongkrak Perekonomian dan Promosi Produk Lokal

MANOKWARI, Linkpapua.id– Festival Kopi yang digelar Komunitas Kopi Manokwari mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten...