MANOKWARI, Linkpapua.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN)/Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Papua Barat menggelar Pra Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pada Rabu (22/4/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Philmona Maria Yarollo, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya sinergi dan evaluasi program dalam kegiatan Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Philmona menyampaikan kehadiran para pejabat baru tersebut membawa semangat, energi, serta perspektif baru dalam memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana di daerah masing-masing.

“Kami berharap melalui forum ini, para pejabat yang baru dapat memahami arah kebijakan, strategi program, serta prioritas pembangunan keluarga yang menjadi fokus bersama,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antara Perwakilan BKKBN Provinsi dengan OPDKB kabupaten/kota menjadi kunci utama dalam mencapai target program yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut, Philmona menjelaskan bahwa kegiatan Pra Rakorda memiliki arti strategis sebagai langkah awal memastikan keberhasilan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Papua Barat. Forum ini juga menjadi ajang evaluasi capaian program tahun 2025 serta capaian triwulan I tahun 2026.
“Evaluasi ini tidak hanya melihat angka capaian, tetapi juga kualitas pelaksanaan program, efektivitas intervensi, serta dampaknya terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas keluarga dan percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Selain itu, Pra Rakorda juga menjadi momentum memperkuat implementasi berbagai program prioritas, di antaranya GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), SIDAYA (Lansia Berdaya), PJPK (Peta Jalan Pembangunan Kependudukan), serta MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Program-program tersebut merupakan bagian dari transformasi Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Diperlukan sinergi, inovasi, dan komitmen kuat dari seluruh tim kerja agar program-program ini dapat diimplementasikan secara optimal dan tepat sasaran di Papua Barat,” tegasnya.
Adapun tujuan pelaksanaan Pra Rakorda ini antara lain untuk mengevaluasi kinerja Program Bangga Kencana dan program prioritas tahun 2025, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program ke depan.(LP3/Red)
















