PAL-KOAP Bentuk Perwakilan di 7 Kabupaten Papua Barat Mulai 2026

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Perkumpulan Asosiasi Lokal Kontraktor Orang Asli Papua (PAL-KOAP) Papua Barat akan membentuk perwakilan asosiasi di tujuh kabupaten mulai Januari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat konsolidasi kontraktor OAP sekaligus mengawal kebijakan afirmasi di tingkat kabupaten.

“Mulai Januari 2026 kami akan membentuk perwakilan asosiasi di tujuh kabupaten Papua Barat,” ujar Ketua PAL-KOAP Papua Barat, Alex Wonggor, kepada wartawan di Manokwari, Selasa (16/12/2025).

Alex mengatakan pembentukan perwakilan ditujukan agar seluruh kontraktor OAP di daerah tergabung dalam satu wadah resmi. Dengan struktur organisasi hingga kabupaten, koordinasi, pendataan anggota, dan pengawalan proyek dapat dilakukan lebih terkontrol.

Baca juga:  Bantu Fasilitas, Hermus Dorong Kemandirian Petani di Prafi Mulya

PAL-KOAP juga menyoroti pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mengakomodasi kontraktor OAP. Menurutnya, selama ini porsi kewenangan disebut berada sekitar 70 persen di tingkat provinsi dan 30 persen di kabupaten.

“Kondisi ini harus diikuti dengan komitmen pemerintah kabupaten. Jangan sampai kewenangan ada, tetapi kontraktor OAP justru terpinggirkan di daerahnya sendiri,” katanya.

Baca juga:  PAL-KOAP Papua Barat Minta Rp600 Miliar untuk 3.480 Kontraktor OAP

Karena itu, PAL-KOAP berharap para bupati di Papua Barat membuka ruang bagi keberadaan anggota asosiasi di masing-masing kabupaten pada 2026. Alex menyebut tanpa dukungan pemerintah kabupaten, kebijakan afirmasi dinilai berpotensi hanya menjadi jargon di tingkat provinsi.

Saat ini, perwakilan asosiasi PAL-KOAP telah terbentuk di Kabupaten Pegunungan Arfak dan Teluk Wondama. Kabupaten lainnya ditargetkan menyusul hingga seluruh perwakilan rampung pada Januari 2026.

Baca juga:  KPU Raja Ampat Lakukan Pengundian Nomor Urut 6 Paslon

Pembentukan perwakilan juga menjadi instrumen kontrol internal agar kontraktor OAP lebih disiplin dan profesional. Kehadiran asosiasi di tingkat kabupaten diharapkan mencegah praktik penunjukan proyek yang tidak transparan serta mengurangi dominasi pihak luar.

“Jika struktur organisasi kuat sampai ke kabupaten, maka alasan pemerintah daerah untuk tidak melibatkan kontraktor OAP seharusnya tidak ada lagi,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

IKASWARA Didorong Perkuat Kerukunan dan Jadi Mitra Strategis Pemda Bangun Manokwari

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Dalam momentum hari lahir (Harlah) Ikatan Keluarga Sunda, Jawa, Madura, dan Warga (IKASWARA) Manokwari ke 19, salah satu ormas tersebut didorong untuk...

More like this

IKASWARA Didorong Perkuat Kerukunan dan Jadi Mitra Strategis Pemda Bangun Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id– Dalam momentum hari lahir (Harlah) Ikatan Keluarga Sunda, Jawa, Madura, dan Warga...

Bupati Hermus Lantik Pengurus IDI Manokwari 2025–2028, Tekankan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

MANOKWARI, Linkpapua.id- Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manokwari periode 2025–2028 yang dipimpin oleh...

Yulse dan Debri ‘Duo Uncri’ Bikin Kagum Tamu di Penutupan Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Duo penyanyi Universitas Caritas Indonesia (Uncri), Yulse Nahuwae dan Debri,...