PAPPRI Papua Barat Angkat Musik Tradisional di Peringatan Hari Musik Nasional

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – PAPPRI Papua Barat berkomitmen membangkitkan kembali eksistensi musik tradisional yang mulai tergerus zaman lewat panggung Hari Musik Nasional di Manokwari. Peringatan tahun ini difokuskan pada upaya penyelamatan aset budaya daerah dari dominasi musik modern.

“Kita melihat sekarang ini banyak musik tradisional yang sudah mulai jarang dilirik. Generasi muda cenderung lebih tertarik pada musik kontemporer dan modern. Padahal, musik tradisional kita sangat kaya dan memiliki nilai budaya yang tinggi,” ujar Ketua PAPPRI Papua Barat, Roberth KR Hammar, Sabtu (31/1//2026).

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama tiga jam dengan menampilkan berbagai genre musik etnik hingga kreasi baru. PAPPRI ingin memastikan bahwa musik tradisional tetap memiliki ruang di tengah perkembangan tren musik kontemporer.

Baca juga:  Tingkatkan Kompetensi, Kodam Kasuari Gelar Lomba Menembak

“Kami dari delapan persatuan artis penyanyi dan pelaku seni di Papua Barat akan mengadakan event sekitar tanggal 9 Maret. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi kami dalam memperingati Hari Musik Nasional,” katanya.

Pertunjukan ini diproyeksikan menjadi wadah ekspresi bagi para musisi lokal untuk menunjukkan keberagaman identitas Papua Barat. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas antarpelaku seni di wilayah tersebut.

“Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai seremoni saja. Kami akan menindaklanjuti dengan mendorong lahirnya peraturan daerah tentang kemajuan kebudayaan. Saat ini, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, regulasi khusus terkait hal ini masih sangat terbatas,” ungkap Roberth.

Baca juga:  KKN UNIPA di Mansel, Mahasiswa Garap Pertanian hingga Infrastruktur

Kurangnya payung hukum bagi pelaku seni di daerah menjadi perhatian serius bagi organisasi profesi ini. Regulasi yang kuat dinilai krusial untuk menjamin perlindungan karya dan kesejahteraan para musisi daerah.

“Kalau ada payung hukum yang jelas, maka perlindungan terhadap karya, kesejahteraan pelaku seni, serta pengembangan ekosistem musik daerah bisa lebih terarah,” tuturnya.

PAPPRI saat ini tengah membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif serta pemerintah daerah terkait teknis pelaksanaan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menyinkronkan program pusat dan daerah dalam pengembangan budaya.

Baca juga:  Ekspor Papua Barat Naik 12,78 Persen Juli 2023

“Kami ingin kegiatan ini terhubung dengan program pemerintah, baik di pusat maupun daerah. Musik bukan hanya soal hiburan, tapi bagian penting dari kebudayaan dan identitas daerah,” ucap Roberth.

Upaya ini menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi seniman dalam kerangka pembangunan kebudayaan di Papua Barat. Peringatan 9 Maret mendatang diharapkan menjadi titik balik kebangkitan ekosistem musik lokal.

“Harapan kami sederhana, musik tradisional tidak hilang ditelan zaman, dan para pelaku seni mendapatkan tempat yang layak dalam sistem kebudayaan kita,” tutupnya. (LP2/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat: Seluruh Peserta Pesparawi adalah Juara karena Telah Memuji...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan seluruh peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV adalah juara karena telah mempersembahkan pujian...

More like this

Gubernur Papua Barat: Seluruh Peserta Pesparawi adalah Juara karena Telah Memuji Tuhan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan seluruh peserta Pesta Paduan Suara...

Menag Resmi Tutup Pesparawi Nasional XIV, Sulawesi Utara Raih Juara Umum dan Grand Prix

MANOKWARI, LinkPapua.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi menutup rangkaian Pesta Paduan Suara...

Terbantu Program JKN, Warga Manokwari Pulih dari Infeksi Kulit Tanpa Terbebani Biaya Pengobatan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Warga Manokwari, Papua Barat, bernama Ham Dowansiba mengaku terbantu program Jaminan...