Pemprov Papua Barat Serahkan Bus Rp1,3 Miliar untuk SMA Keberbakatan Olahraga

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemprov Papua Barat menyerahkan satu unit bus senilai Rp1,3 miliar untuk SMA Keberbakatan Olahraga Papua Barat di Kampung Susweni. Bus berkapasitas 40 penumpang itu disiapkan untuk menunjang mobilitas siswa dalam kegiatan belajar dan latihan.

Penyerahan dilakukan pada Jumat (20/2/2026) sebagai bagian dari pemenuhan sarana dan prasarana sekolah unggulan tersebut. Pemerintah provinsi menegaskan fasilitas pendidikan menjadi tanggung jawab daerah.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta agar bus dimanfaatkan secara maksimal dan dirawat dengan baik. Dia menekankan pentingnya pengelolaan profesional agar kendaraan tidak cepat rusak.

Baca juga:  Progres Sudah 60%, Pemprov Papua Barat Dukung Pembangunan Gereja GPDP di Mansel

“Saya harap bus ini dijaga dan dipercayakan kepada sopir yang berpengalaman. Perawatan harus dilakukan secara rutin agar bus tidak cepat rusak,” ujarnya.

Dominggus menegaskan SMA Keberbakatan Olahraga diproyeksikan mencetak sumber daya manusia berkualitas. Dia menyebut sekolah itu diharapkan melahirkan prestasi akademik dan olahraga hingga tingkat nasional dan internasional.

Baca juga:  KPU-Bawaslu PB Kembalikan Rp114,3 M Dana Hibah, Dominggus: Dialihkan untuk Program Prioritas

Menurutnya, pemenuhan fasilitas juga berlaku bagi Sekolah Taruna Kasuari Nusantara. Pemerintah provinsi berkomitmen mendukung penguatan pendidikan berbasis prestasi di Papua Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba menjelaskan pengadaan bus bersumber dari pergeseran anggaran 2025. Sebanyak 50 persen anggaran perjalanan dinas dialihkan untuk mendukung program prioritas, termasuk Papua Barat Cerdas.

“Bus baru tiba di Manokwari pada 11 Februari setelah kami mendapatkan kapal yang sesuai untuk mengangkutnya,” katanya.

Baca juga:  Anggaran Terpangkas, PUPR Papua Barat Ngaku Kewalahan Akomodir Kontraktor OAP

Barnabas mengungkapkan pengadaan bus dilatarbelakangi kondisi siswa yang sebagian besar belum tinggal di asrama. Selama ini banyak siswa menggunakan ojek setiap hari untuk berangkat sekolah dan mengikuti latihan.

“Pagi mereka datang belajar, sore kembali ke lapangan untuk latihan. Biaya transportasi menjadi beban tambahan bagi siswa,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Komunitas Volly Ball Manokwari Gelar Turnamen, Bupati Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi

0
MANOKWARI, Linkpapua.id – Komunitas Volly Ball Manokwari menggelar turnamen bola voli yang diikuti 18 tim dari berbagai tim. Turnamen yang dipusatkan di Lapangan Kodim...

More like this

Yulse dan Debri ‘Duo Uncri’ Bikin Kagum Tamu di Penutupan Pesparani IV Papua Barat

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Duo penyanyi Universitas Caritas Indonesia (Uncri), Yulse Nahuwae dan Debri,...

Hadapi Pesparani Nasional, LP3KD Sebut Nilai Juara Papua Barat Belum Capai Standar

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – LP3KD Papua Barat menyebut nilai para juara Pesparani Katolik IV...

Prof Roberth Hammar Minta Pemprov Papua Barat Adil Dukung Anggaran Kegiatan Keagamaan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat...