MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, melantik tiga anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) pengganti antar waktu (PAW) sisa masa jabatan 2023–2028. Pengucapan sumpah/janji dan pelantikan berlangsung di Mansinam Beach Hotel, Senin (2/3/2026).
Tiga anggota yang dilantik yakni Irene Temongmere (Pokja Perempuan), Hendrina Ayamiseba (Pokja Perempuan), dan Toni Dance Kandami (Pokja Agama).
Gubernur Dominggus menegaskan bahwa pelantikan anggota MRPB PAW merupakan bagian penting dari mekanisme ketatanegaraan dan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hal ini untuk menjamin keberlangsungan fungsi, peran, dan kewenangan MRPB sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.
“Majelis Rakyat Papua Barat memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai representasi kultural Orang Asli Papua, yang menjalankan fungsi perlindungan, pemberdayaan, serta pembelaan hak-hak dasar Orang Asli Papua,” ujar Dominggus.
Ia berharap kehadiran anggota yang baru dilantik dapat memperkuat pelaksanaan tugas dan tanggung jawab lembaga tersebut secara optimal.
Kepada Irene Temongmere, Hendrina Ayamiseba, dan Toni Dance Kandami, Gubernur menyampaikan ucapan selamat sekaligus menekankan bahwa sumpah dan janji jabatan yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab besar kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat Papua Barat, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Jadilah teladan dalam menjaga marwah lembaga, menjunjung tinggi adat, budaya, serta kearifan lokal Orang Asli Papua, sekaligus mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menyikapi setiap dinamika sosial,” pesannya.
Gubernur juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang konstruktif, inklusif, dan berkesinambungan dengan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga legislatif dan yudikatif.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk terus mendukung peran dan fungsi MRPB sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan Otonomi Khusus. Menurutnya, sinergi yang kuat antara lembaga pemerintahan dan lembaga representasi kultural menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Papua Barat.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta undangan lainnya.(LP14/red)








