MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi dalam rangka penyelenggaraan bulan suci Ramadan dan persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Rapat tersebut berlangsung di Hotel Aston Niu, Senin (9/3/2026).
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan selama ini Forkopimda Papua Barat selalu menjaga kekompakan dan soliditas dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.
“Selama ini Forkopimda Papua Barat selalu kompak dan solid sehingga apapun yang dihadapi daerah ini bisa diselesaikan bersama,” ujar Dominggus.
Ia menambahkan kehidupan masyarakat di Papua Barat selama ini juga diwarnai dengan nilai toleransi dan saling menghargai antar umat beragama yang harus terus dijaga.
“Di Papua Barat kita hidup bersama dengan penuh toleransi dan saling menghargai. Ini menjadi poin penting yang harus terus kita jaga,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Gubernur juga menyoroti ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menyebut pemerintah bersama Forkopimda akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan gudang penyimpanan untuk memastikan stok bahan pokok tetap aman.
Meski demikian, berdasarkan laporan sementara, ketersediaan bahan pokok selama Ramadan hingga Idul Fitri dipastikan mencukupi.
Selain ketersediaan stok, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap stabilitas harga bahan pokok agar tidak memicu kenaikan inflasi daerah.
Untuk membantu menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar berbelanja di pasar tradisional.
“Dengan ASN berbelanja di pasar, maka perputaran uang dari APBD juga dapat membantu menjaga kestabilan harga bahan pokok,” jelasnya.
Gubernur juga menyoroti ketersediaan layanan transportasi mudik, baik jalur udara maupun jalur laut, mengingat momen Idul Fitri merupakan waktu bagi masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.
“Kita harus benar-benar memastikan ketersediaan layanan mudik dan arus balik agar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan lancar,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) serta berkoordinasi dengan PLN agar pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan hingga hari raya.
“Pernah terjadi beberapa waktu lalu pada hari raya terjadi pemadaman listrik. Tahun ini kita harus memastikan lampu tetap menyala,” kata Dominggus.
Dalam aspek keamanan, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah menyurati Forkopimda Kabupaten Manokwari untuk melarang peredaran minuman beralkohol (minol) menjelang Idul Fitri.
Menurutnya, paling lambat tiga hari sebelum hari raya, peredaran minuman beralkohol harus dihentikan.
“Larangan peredaran minol menjelang hari raya ini bukan hal baru. Setiap tahun kami lakukan, begitu juga pada perayaan Natal,”ucapnya.(LP14/Red)









