MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten di Manokwari memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban kebakaran di kawasan Borobudur belum dapat dilakukan sekaligus.
Pembangunan akan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Bupati Hermus Indou mengatakan, hingga kini pemerintah daerah masih mengkaji lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan huntap bagi warga terdampak.
“Pembangunan hunian tetap akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Kabupaten Manokwari. Lokasinya juga masih dibahas bersama Dinas Transmigrasi, Dinas Perumahan, dan OPD teknis lainnya,”ujarnya Jumat (10/4/2026).
Menurut Hermus, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan pembahasan lintas organisasi perangkat daerah guna menentukan lokasi yang paling tepat dan aman untuk ditempati warga. Sejumlah lahan dan kawasan juga mulai dipertimbangkan sebagai alternatif tempat relokasi.
Selain itu, pemerintah daerah turut menyiapkan program transmigrasi lokal sebagai salah satu opsi dalam mendukung pembangunan hunian tetap. Program tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya untuk menyediakan tempat tinggal bagi korban kebakaran, tetapi juga untuk menata kembali kawasan permukiman di wilayah Borobudur.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap warga terdampak dapat memperoleh hunian yang lebih layak, aman, dan tertata meski proses pembangunannya dilakukan secara bertahap. Pemda sendiri baru saja meresmikan huntara bagi korban kebakaran Borobudur.(LP3/Red)
















