MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengantongi persetujuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membangun tiga pasar besar guna memperkuat ekonomi rakyat. Pemerintah pusat menyiapkan alokasi dana khusus untuk merealisasikan proyek strategis di Bumi Kasuari tersebut.
“Pak Menteri merespons baik dan mendukung dengan mengalokasikan dana khusus untuk Papua Barat,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Papua Barat, Bondan Santoso kepada wartawan, Jumat (17/4/2026).

Rencana pembangunan ini mencakup Pasar Sentral Ransiki, Pasar Teminabuan, hingga Pasar Sentral Aimasi SP 3. Kementerian Perdagangan mematok plafon anggaran maksimal hingga Rp12 miliar untuk setiap unit pasar tersebut.
“Kami masih memastikan program ini berjalan di tahun 2026 atau tahun depan. Namun secara sistem pemerintahan, jika kita input sekarang kemungkinan masuknya di tahun depan,” jelas Bondan.
Kementerian Perdagangan mewajibkan setiap pemerintah kabupaten segera menginput rencana program melalui aplikasi resmi. Bondan Santoso menilai kecepatan proses administrasi pada dinas terkait menjadi kunci realisasi pembangunan fisik di lapangan.
“Saya tekankan jangan sampai menteri lupa dengan janjinya karena kita terlalu lama menginput data,” tegasnya.
Bondan meminta dinas perdagangan di tiga kabupaten segera menuntaskan seluruh dokumen persyaratan teknis. Pihaknya menjamin seluruh sumber pendanaan proyek pasar ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemprov kini terus melakukan koordinasi intensif agar seluruh data masuk ke sistem pusat tepat waktu. Langkah cepat ini bertujuan agar pedagang lokal segera merasakan manfaat optimal dari dukungan anggaran kementerian tersebut. (LP14/red)
















