BPJamsostek Target 24.700 Pekerja Rentan Papua Barat Dapat Jaminan Sosial Tahun Ini

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Manokwari membidik 24.700 pekerja rentan di Papua Barat untuk masuk ke dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sepanjang 2026 ini. Mereka tengah mematangkan realisasi program melalui penyesuaian anggaran bersama pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Untuk tahun 2026, realisasi program masih dalam proses karena penyesuaian anggaran di pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” kata Kepala BPJamsostek Cabang Manokwari Gery Dame Malelak di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (25/4/2026).

Baca juga:  Semester I 2023, BPJS Ketenagakerjaan Manokwari Bayar Klaim Rp35,4 Miliar

Gery menjelaskan sasaran program ini berfokus pada pekerja dengan penghasilan tidak tetap sesuai kriteria Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Kelompok tersebut mencakup berbagai profesi sektor informal yang memiliki risiko kerja tinggi namun minim perlindungan.

Para pekerja yang masuk radar perlindungan antara lain petani, nelayan, pengemudi ojek, hingga penjual pinang. BPJamsostek menilai kelompok ini sangat membutuhkan jaminan sosial untuk melindungi mereka dari risiko kecelakaan kerja maupun kematian.

Baca juga:  Pemkab Pegaf Belum Bisa Cover BPJS Pekerja Rentan, Tunggu APBD 2026

Pihak BPJamsostek menjalin kerja sama intensif dengan Dinas Ketenagakerjaan guna memvalidasi data calon penerima manfaat di seluruh wilayah Papua Barat. Sinergi ini bertujuan memastikan proses penginputan data berjalan akurat sehingga penyaluran jaminan sosial tepat sasaran.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dalam menginput data pekerja rentan di Papua Barat,” ujarnya.

Baca juga:  Kepala Dinas PMK Teluk Bintuni Minta Maaf atas Insiden Bio Bintuni, Tegaskan Bukan Kesengajaan

Data internal menunjukkan sekitar 30 ribu pekerja rentan di wilayah ini sudah merasakan manfaat dari program perlindungan BPJamsostek. Sektor pertanian masih mendominasi komposisi penerima manfaat tersebut hingga saat ini.

Gery berharap perluasan kepesertaan ini dapat menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih merata bagi seluruh pekerja di Papua Barat. Hal ini menjadi komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan kelompok masyarakat ekonomi lemah. (LP14/red)

Latest articles

Rombak Kabinet! Prabowo Resmi Lantik 6 Menteri hingga Kepala Badan di...

0
JAKARTA, LinkPapua.id - Presiden Prabowo Subianto merombak susunan kabinet dengan melantik enam pejabat baru mulai dari aktivis buruh hingga jenderal purnawirawan. Para pejabat ini...

More like this

Polda Papua Barat Kawal Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa secara Humanis dan Kondusif

MANOKWARI, Linkpapua.id– Kepolisian Daerah Papua Barat melaksanakan pelayanan kegiatan aksi unjuk rasa (unras) yang...

DPRP Papua Barat Kawal Evaluasi SMA Taruna Kasuari Buntut Kasus Pengeroyokan Siswa

MANOKWARI, LinkPapua.id - DPRP Papua Barat mengawal proses evaluasi menyeluruh di SMA Taruna Kasuari...

Optimalisasi Dana Otsus, DPRK Wondama Dorong Biaya Kuliah S1-S3 bagi OAP

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Teluk Wondama, Papua Barat, mendorong...