PT LNG Klarifikasi Polemik Tenaga Kerja, Sebut Masih Tahap Pra-Konstruksi

Published on

TELUK BINTUNI, Linkpapua.id– Pihak manajemen PT. Layar Nusantara Gas (PTLNG) melalui External Affairs Officer, Ilham Refideso, memberikan klarifikasi, menepis isi pemberitaan di sejumlah media yang menyinggung persoalan perekrutan tenaga kerja lokal di wilayah operasi perusahaan, yang disinyalir tidak melibatkan atau tidak berpihak kepada tenaga kerja lokal sesuai wilayah area produksi perusahaan beroperasi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (1/5/2026), Ilham Refideso menegaskan bahwa perlu ada pelurusan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Perlu kami luruskan agar informasi yang beredar tidak menyimpang dan tetap sesuai dengan fakta di lapangan,”ujarnya.

Baca juga:  Pria Manokwari yang Gasak Uang Ratusan Juta juga Spesialis Curanmor, Polisi Sita 8 Motor

Ia menjelaskan, bahwa berdasarkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), pembagian wilayah prioritas tenaga kerja telah diatur secara jelas. Pada fase konstruksi, prioritas tenaga kerja meliputi ring 1 masyarakat Suku Sumuri, ring 2 masyarakat Suku Irarutu, ring 3 masyarakat Teluk Bintuni secara keseluruhan, ring 4 Papua Barat, hingga tingkat nasional.

Ilham mengakui bahwa penyerapan tenaga kerja lokal saat ini memang belum maksimal. Hal tersebut, kata dia, disebabkan proyek masih berada pada tahap pra-konstruksi.

“Memang belum maksimal, tetapi perlu diketahui bahwa saat ini kami masih berada di fase pra-konstruksi. Ke depan, kami tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan sesuai dokumen AMDAL,”Jelasnya.

Baca juga:  Jelang Cuti Idul Fitri, Bupati Teluk Bintuni: Jangan Ada Nambah Libur

Ia juga menegaskan bahwa informasi terkait 28 tenaga kerja yang sempat ditahan di wilayah Tofoi tidak berkaitan dengan proyek yang dijalankan pihaknya, yang bergerak sebagai anak perusahaan pada bidang produksi gas alam cair, khususnya melalui proyek Floating Liquefied Natural Gas (FLNG).

“Perlu kami tegaskan, 28 tenaga kerja yang ditahan di Tofoi bukan merupakan tenaga kerja dalam proyek kami,”tegas dia.

Lebih lanjut, pihaknya mengajak semua pihak untuk menjaga komunikasi yang baik serta mengedepankan sinergi dalam mendukung investasi di daerah, tanpa menimbulkan polemik yang dapat memperkeruh suasana.

Baca juga:  Percaya Diri, Calvin Verdonk Yakin Timnas Indonesia Menang Lawan Bahrain

“Kami berharap semua pihak dapat memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Tidak perlu saling menyudutkan melalui media, karena hal tersebut justru kurang baik bagi iklim investasi dan pembangunan daerah,”Pungkasnya.

Ilham menegaskan bahwa pihak PT Layar Nusantara Gas secara aktif melibatkan masyarakat lokal dalam tahap pra-produksi dan konstruksi proyek Floating LNG (FLNG) di Blok Kasuri, Teluk Bintuni, Papua Barat, khususnya menjelang target operasional pada 2027.(LP3/Red)

Latest articles

KPK Ungkap Dana Operasional Fiktif Era Gubernur Papua Lukas Enembe Capai...

0
JAKARTA, LinkPapua.id – KPK mengungkap dugaan pencairan fiktif dana operasional Gubernur Papua Lukas Enembe pada 2022 dengan nilai mencapai triliunan rupiah. Penyidik kini mendalami...

More like this

Sambut Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026, BI Papua Barat Tekankan Pentingnya Data Berkualitas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menggelar Media Briefing dalam...

Dandim 1801 Manokwari: Antusiasme Tinggi, Turnamen Domino HUT TNI ke-81 Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Antusiasme masyarakat mengikuti Turnamen Domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kurasi Sastra Lisan 7 Suku, Wabup Bintuni Minta Segera Dibukukan

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara meminta sastra lisan...