MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, memperpendek jarak rute konvoi takbir keliling Lebaran Iduladha 1447 H/2026 M. Kebijakan pembatasan jalur iring-iringan kendaraan tersebut sengaja diambil otoritas panitia daerah untuk mengantisipasi potensi penumpukan arus lalu lintas menjelang pembukaan acara Pesparawi Nasional.
“Rutenya tidak terlalu jauh karena kita tidak putar sampai pasar atau Beringin, tetapi langsung putar di Haji Bauw. Karena sekarang juga menjelang Pesparawi, kemungkinan sudah banyak tamu yang hadir di Manokwari sehingga rutenya dibuat lebih pendek supaya tidak terlalu malam selesainya,” kata Ketua PHBI Manokwari, Muhammad Mansyur, Senin (25/5/2026).

Agenda takbir keliling dijadwalkan berlangsung pada Selasa (26/5) malam. Perjalanan rombongan peserta bakal memulai titik kumpul konvoi dari Masjid Jami Merdeka dan direncanakan menyudahi barisan finis di Masjid Fasharkan.
Meminimalkan risiko kecelakaan, para pengendara roda dua disarankan untuk memosisikan barisan mereka beriringan dengan kendaraan roda empat agar rombongan tetap rapi. PHBI juga telah membangun koordinasi melekat dengan jajaran Polres Manokwari guna mengawal ketertiban umum di sepanjang lintasan jalan raya.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan kendaraan yang aman dan sehat. Kalau bisa yang menggunakan motor bergabung dengan kendaraan roda empat supaya lebih tertib dan aman. Kami tidak menghendaki ada hal-hal yang mengganggu jalannya takbir keliling,” urainya.
Sementara itu, panitia daerah mengonfirmasi kesiapan penempatan personel takmir untuk memfasilitasi pelaksanaan ibadah salat id di 27 titik lokasi yang tersebar di wilayah Manokwari. Klaster pemetaan area salat utama dipusatkan di Ruang Terbuka Publik (RTP), Masjid Darul Ulum Amban, Lapangan Fasharkan, Lapangan Kodam, Lapangan Makobrimob, hingga Masjid Annur Maruni.
Otoritas panitia juga memasukkan unit lembaga pemasyarakatan ke dalam daftar sebaran lokasi pelayanan ibadah keagamaan formal tersebut. Titik pelayanan tambahan dipastikan bakal diselenggarakan di Lapas Kampung Ambon serta Lapas Anak dan Perempuan di Wasai.
“27 titik itu di antaranya juga ada di Lapas Kampung Ambon dan Lapas Anak dan Perempuan di Wasai. Kemudian pusatnya di Ruang Terbuka Publik (RTP), lalu di Masjid Darul Ulum Amban, lapangan Fasharkan, lapangan Kodam, lapangan Makobrimob dan masjid-masjid lainnya sampai yang paling ujung di Masjid Annur Maruni,” jelas Mansyur. (*/red)







