MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengajak masyarakat menjaga kelestarian laut dan pesisir pantai dalam peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) dan Coral Triangle Day di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Ajakan itu disampaikan di tengah ancaman sampah laut yang masih membayangi lingkungan pesisir dan ekosistem laut.
“Sejak dulu masyarakat adat hidup berdampingan di pesisir laut dan memanfaatkan sumber dayanya secara bijaksana sesuai nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Sekretaris Daerah Papua Barat Ali Baham Temongmere saat peringatan Hari Laut Sedunia dan Coral Triangle Day di Pulau Mansinam, Jumat (12/6/2026).

Dalam rangkaian peringatan tersebut, Pemprov Papua Barat menggelar kegiatan bersih pantai dan aksi pelestarian terumbu karang. Kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut.
Ali Baham mengatakan laut bukan hanya hamparan air, tetapi juga sumber kehidupan yang menyediakan pangan dan lapangan kerja. Laut juga menjadi habitat keanekaragaman hayati yang berperan menjaga keseimbangan iklim.
Menurutnya, laut memiliki makna yang lebih mendalam bagi Papua Barat. Selain menjadi ruang ekologis dan ekonomi, laut juga menjadi ruang budaya dan kehidupan masyarakat adat.
Dia menyebut Papua Barat memiliki sumber daya kelautan yang melimpah. Potensi tersebut menjadi modal dalam mewujudkan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Ali Baham mengingatkan kekayaan laut Papua Barat menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah persoalan sampah laut yang masih mengancam lingkungan pesisir dan ekosistem laut.
“Sampah plastik di laut bukan hanya mengotori lautan, tetapi juga mengganggu ekosistem dan keberlanjutan biota laut,” katanya.
Dia menegaskan menjaga laut merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran itu dapat dimulai dengan tidak membuang sampah ke laut, tidak merusak terumbu karang, serta memanfaatkan sumber daya laut secara bijaksana.
Menurutnya, setiap sampah yang berhasil dibersihkan dari kawasan pesisir akan mengurangi pencemaran laut. Langkah itu juga dapat melindungi biota laut dan menjaga keindahan pantai.
“Mari bersama-sama kita berkolaborasi dalam menjaga keindahan dan keberlanjutan pesisir pantai,” ucapnya. (LP14/red)








