MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Kalimantan Barat (Kalbar) mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler pribadi selama mengikuti kegiatan.
Kebijakan membawa tumbler diterapkan untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen kontingen Kalimantan Barat terhadap pengurangan sampah.
“Masing-masing peserta membawa tumbler karena kami ingin menghindari sampah plastik,” ujar Ketua Kontingen Kalimantan Barat Joni Yahya Sedi saat tiba di Bandara Rendani Manokwari, Kamis (18/6/2026).

Kontingen Kalimantan Barat mengirim 206 peserta dan ofisial untuk mengikuti 10 kategori lomba. Rombongan tersebut menjadi salah satu kontingen dengan jumlah peserta terbesar pada Pesparawi Nasional XIV.
Kedatangan peserta dilakukan secara bertahap ke Manokwari. Pada kloter kedua, sebanyak 72 orang tiba di Papua Barat dan peserta lainnya dijadwalkan menyusul hingga seluruh rombongan lengkap.
“Kontingen kami tiba dalam tiga tahap. Hari ini kloter kedua sebanyak 72 orang dan sisanya akan menyusul besok,” kata Joni.
Kalimantan Barat akan bertanding pada kategori paduan suara dewasa campuran (PSDC), paduan suara remaja pemuda (PSRP), dan paduan suara pria (PSP). Kontingen juga mengikuti kategori solo anak dan remaja serta musik pop gereja.
Target 7 Medali Emas
Dengan keterlibatan pada 10 kategori lomba, Kalimantan Barat memasang target prestasi tinggi. Kontingen membidik perolehan 7 medali emas pada Pesparawi Nasional XIV.
“Target kami tujuh medali emas,” tegas Joni.
Pesparawi Nasional XIV diikuti 38 provinsi dari seluruh Indonesia. Ajang tersebut menjadi wadah kompetisi sekaligus ruang bagi setiap daerah untuk membawa pesan dan nilai yang ingin diperkenalkan. (LP14/red)








