Anggaran Terbatas, Dinkes Teluk Wondama Minta Dana Otsus Beli Ambulans

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, mengusulkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) digunakan untuk pengadaan ambulans bagi puskesmas. Usulan tersebut disampaikan karena keterbatasan anggaran menjadi kendala penambahan ambulans untuk pelayanan masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Teluk Wondama Gerson Paduai mengatakan pengadaan ambulans selama ini mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan. Menurutnya, Dana Otsus juga perlu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan ambulans di puskesmas.

“Mobil ambulans kita memang masih kurang. Ambulans itu nilainya besar jadi biasanya lewat DAK. Jadi, kami usulkan kalau bisa beli ambulans itu bisa dengan Dana Otsus karena ini yang dilayani orang Papua,“ ujar Gerson saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi A DPRK Teluk Wondama di Gedung DPRK Teluk Wondama, Rabu (26/8/2026).

Baca juga:  Anggota DPRK Teluk Wondama Dapil III Salurkan Sembako untuk Janda-Lansia di Wasior

Gerson menyebut tahun ini terdapat pengadaan dua unit ambulans melalui DAK. Namun, dia menilai kebutuhan ambulans masih belum seluruhnya terpenuhi.

“Kami mohon ini bisa jadi perhatian bapak dan ibu anggota dewan. Kalau memang memungkinkan kita dorong Dana Otsus untuk beli ambulans. Ambulans itu sarana yang dipakai puskesmas untuk antar pasien secepat mungkin,“ lanjut Gerson.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Teluk Wondama dr Alberth Kapitarauw menuturkan kendaraan operasional Dinas Kesehatan sebenarnya sudah cukup banyak. Armada tersebut digunakan di puskesmas maupun RSUD Teluk Wondama.

Baca juga:  Ratusan Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Botak Sambut HUT Kemerdekaan RI

Namun, sebagian kendaraan mengalami kerusakan karena minim perawatan. Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan perlu mendata kendaraan yang masih dapat diperbaiki sebelum memutuskan pengadaan baru.

“Mobil kita ini sebenarnya banyak tetapi perawatan kurang sehingga banyak mobil rusak. Jadi kita data dulu, kalau masih bisa diperbaiki, diperbaiki, kalau tidak diputihkan saja,“ ucap dr Kapitarauw.

Kapitarauw menegaskan kebutuhan ambulans baru tetap ada meski sebagian armada lama masih bisa diperbaiki. Sejumlah puskesmas belum memiliki ambulans, sedangkan RSUD Dr Alberth Torey membutuhkan ambulans yang selalu tersedia dan tambahan mobil jenazah.

“Kita juga perlu ada ambulans yang stay di rumah sakit (RSUD Dr Alberth Torey). Juga perlu ada tambahan mobil jenazah karena sekarang ini kita punya baru baru satu saja,“ ucap dr Kapitarauw yang juga menjabat Direktur RSUD Dr Alberth Torey.

Baca juga:  DPRK Wondama Ajukan 8 Raperda, Ada Soal Pajak Hingga Pasar Modern

Sekretaris Komisi A DPRK Teluk Wondama Robert Gayus Baibaba mendukung penambahan ambulans untuk kebutuhan puskesmas. Dia meminta Dinas Kesehatan menentukan kebutuhan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.

“Kita mengharapkan ada skala prioritas. Memang semua (kegiatan) itu penting, tapi pasti ada yang prioritas. Jadi, kami harapkan dari Dinas mengatur dengan baik anggaran yang ada untuk belanja hal-hal yang sifatnya prioritas,“ terangnya. (rex/red)

Latest articles

Musorprov KONI Papua Barat Belum Dijadwalkan, KONI Pusat :Kami Masih Tunggu...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id-Agenda Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat hingga kini belum dijadwalkan. Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn)...

More like this

3 Kali Melahirkan, Ibu Hamil di Manokwari Nyaman Selalu Andalkan JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Aprilya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Manokwari, Papua Barat, kembali...

Pemuda Maybrat Siapkan Deklarasi Kamtibmas, Minta Dukungan Pemda

MAYBRAT, LinkPapua.id – Kelompok Pemuda Peduli Keamanan Maybrat (PPKM), Papua Barat Daya, berencana menggelar...

OJK dan Pemkab Raja Ampat Dorong Pelajar Gemar Menabung Lewat Gerakan Noken–Kapowen

RAJA AMPAT, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat...