Komisi A DPRK Teluk Wondama Minta Tambah Dapur MBG: Sudah Over!

Published on

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Komisi A DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, meminta penambahan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan itu disampaikan setelah DPRK meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wasior.

Sekretaris Komisi A DPRK Teluk Wondama Robert Gayus Baibaba mengatakan SPPG Wasior (Golden Star) di Iriati telah melayani lebih dari 4.000 penerima manfaat per hari. Jumlah tersebut telah melampaui batas maksimal 3.000 penerima manfaat per hari sesuai petunjuk teknis.

“Yang menjadi hal yang dikhawatirkan bahwa SPPG di Wondama sudah melebihi batas jumlah penerima yang diatur dalam petunjuk teknis, yaitu maksimal 3.000, tetapi di sini sudah 4000 lebih. Jadi, sudah ada lebih 1.000. Ini sudah over sekali,” ujar Baibaba dalam kunjungan Komisi A DPRK Teluk Wondama ke dapur MBG di Wasior, Senin (31/8/2026).

Baibaba mengatakan jumlah penerima manfaat yang melebihi batas tersebut dikhawatirkan memengaruhi kualitas makanan yang disajikan. Karena itu, pihaknya merekomendasikan penambahan dapur MBG kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jadi, kita harapkan ke depan perlu ada dapur tambahan sehingga bisa me-manage makanan atau apa yang disiapkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA itu bisa memenuhi standar sehingga anak-anak itu bisa kenyang dan (dipastikan) bergizi,” lanjut politisi PDIP ini.

Baca juga:  DPRK Teluk Wondama Serahkan Catatan Evaluasi LKPJ 2025 ke Pemkab, Soroti Proyek Miliaran

Selain penambahan dapur, Komisi A DPRK Teluk Wondama meminta pengawasan MBG diperkuat. Pengawasan diminta dilakukan sejak penyiapan makanan di SPPG hingga proses distribusi ke sekolah dan penerima manfaat lainnya.

“Berkaitan dengan keamanan MBG, itu bukan hanya sterilkan di dalam dapur tetapi juga sampai dalam perjalanan jadi pengawasan itu harus diperketat. Karena bisa saja ada hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi dalam perjalanan,” kata Baibaba.

Kepala SPPG Golden Star Santa Borlak mengatakan proses penyediaan MBG telah mengikuti standar operasi atau SOP yang ditetapkan BGN. Proses tersebut meliputi persiapan bahan baku, memasak, pengemasan hingga distribusi.

Santa juga mengatakan pengawasan dilakukan secara berlapis sejak tahap awal hingga makanan diterima penerima manfaat. Petugas yang mengawasi terdiri atas pengawas keuangan, ahli gizi dan kepala SPPG.

“Terkait pengawasan di dapur, kami mempunyai beberapa petugas yang secara bergantian mengawasi. Ada pengawas keuangan, ada ahli gizi dan saya selaku Kepala SPPG. Kami bergantian mengawasi jalannya persiapan MBG sampai distribusi itu tiba di sekolah sampai ompreng kembali ke sini,” jelas Santa.

Baca juga:  Pemkab-DPRK Teluk Wondama Sepakati APBD 2026 Rp979 Miliar

Terkait penambahan dapur MBG, Santa membenarkan adanya rencana pembangunan dapur baru di Wondama. Namun, dia mengaku belum mengetahui waktu dan lokasi pembangunan dapur tersebut.

“Memang rencananya ada dapur baru tetapi mohon maaf saya tidak bisa menjelaskan karena itu bukan ranah saya. Saya hanya bertugas mengurus SPPG di sini,” ucap Santa.

 

Usulkan Pangan Lokal

 

Dalam kunjungan tersebut, Komisi A DPRK Teluk Wondama juga meminta penggunaan bahan pangan lokal dalam menu MBG. Usulan itu dinilai dapat membuat menu lebih bervariasi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Kami sarankan juga kalau bisa ada selingan (menu) jangan yang itu saja-saja. Kalau bisa ada sayur lokal supaya masyarakat bisa ada penghasilan misalnya rebung, bunga papaya, daun kasbih. Saya kira tidak apa-apa karena itu sudah biasa dengan mereka,” papar Baibaba saat berkunjung ke SPPG Maniwak.

Baca juga:  100 Hari Kerja Bupati Bintuni: Evaluasi OPD, Disiplin ASN, dan Percepatan Pembangunan

Anggota Komisi A DPRK Teluk Wondama Maria Debora Korwam juga mengusulkan penggunaan ubi-ubian sebagai bagian dari menu MBG. Menurutnya, variasi pangan lokal dapat mencegah pelajar bosan dengan menu yang sama sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.

“Perlu juga pakai ubi-ubian jangan nasi terus karena nanti anak-anak bosan. Dan juga supaya masyarakat bisa ada terima uang,” sebut Maria.

Kepala SPPG Maniwak Isak Gustaf Layaba mengatakan pihaknya telah menyediakan menu yang bervariasi dalam beberapa waktu terakhir. Bahan pangan lokal yang digunakan antara lain rebung, daun kasbih dan garnison atau sayur campuran.

“Kami sekarang menunya variatif. Kami juga sudah menggunakan bahan lokal kadang rebung, kadang daun kasbih, pernah juga kita pakai garnison (sayur campuran),” ungkapnya.

Isak mengatakan pihaknya terus memperbaiki mutu layanan MBG di SPPG Maniwak. Selain variasi menu, pihaknya mengupayakan distribusi tepat waktu agar siswa tidak terlambat mengonsumsi makanan.

“Sekarang ini kami sudah perbaki hal-hal yang masih kurang. Kita juga upayakan waktu pengantaran itu bisa tepat supaya anak-anak makan tidak terlambat,” imbuhnya. (rex/red)

Latest articles

Fraksi Amanat Sejahtera DPRP Papua Barat Desak Bentuk Panja DOB Papua...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Fraksi Amanat Sejahtera DPRP Papua Barat mendesak pimpinan DPRP segera membentuk Panitia Kerja (Panja) Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Barat Tengah....

More like this

Bupati Bintuni Sambut 251 Prajurit Satgas Yonif 147, Tekankan Pendekatan Humanis

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyambut 251 personel Satgas Kewilayahan...

3 Kali Melahirkan, Ibu Hamil di Manokwari Nyaman Selalu Andalkan JKN

MANOKWARI, LinkPapua.id – Aprilya, peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Manokwari, Papua Barat, kembali...

Pemuda Maybrat Siapkan Deklarasi Kamtibmas, Minta Dukungan Pemda

MAYBRAT, LinkPapua.id – Kelompok Pemuda Peduli Keamanan Maybrat (PPKM), Papua Barat Daya, berencana menggelar...