Akses Masih Terbatas, DPR RI Ungkap Tantangan Program Makan Bergizi di Merauke

Published on

MERAUKE, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengungkap sejumlah hambatan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Merauke, Papua Selatan. Meski menjadi langkah strategis pemerintah, faktor keterbatasan akses serta rendahnya edukasi masyarakat masih menjadi tantangan besar dalam mewujudkan pemerataan gizi.

Persoalan tersebut mencuat dalam agenda sosialisasi yang melibatkan Badan Gizi Nasional (BGN) serta berbagai pemangku kepentingan lainnya di Merauke, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini difokuskan untuk menyisir pemahaman masyarakat terkait pemenuhan gizi seimbang.

Baca juga:  Anggota Komisi VI DPR RI Soroti Kuota Internet Hangus: Rakyat Rugi Besar!

“Sasaran utama program ini adalah kelompok rentan seperti balita, ibu hamil dan menyusui, anak sekolah, serta masyarakat kurang mampu. Dengan fokus tersebut, diharapkan perbaikan gizi dapat dirasakan secara maksimal,” ujar Neng Eem.

Neng Eem menjelaskan pemenuhan gizi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif. Perbaikan konsumsi pangan pada tingkat keluarga akan memberikan dampak linear terhadap kemajuan bangsa ke depan.

Baca juga:  Wakil Ketua Komisi VII DPR RI: Rp1,4 Triliun Tak Cukup Bangun Papua Barat Daya

“Dengan gizi yang baik, kualitas SDM juga meningkat. Ini menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Namun, dia tidak menampik adanya kendala teknis dan sosiologis yang membayangi keberhasilan program ini di lapangan. Selain masalah distribusi makanan di wilayah terpencil, faktor ekonomi dan pola konsumsi masyarakat yang tidak sehat turut memperumit keadaan.

Edukasi yang masif diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih asupan nutrisi harian. Pemerintah pusat pun terus mendorong partisipasi aktif masyarakat agar sasaran perbaikan gizi dapat tercapai dengan tepat sasaran.

Baca juga:  Rico Sia Dorong Promosi Desa Wisata Dongkrak Pariwisata Raja Ampat

“Kolaborasi semua pihak sangat diperlukan agar kita dapat mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tutup Neng Eem.

Melalui program ini, pemerintah optimistis dapat menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kecerdasan anak bangsa secara merata. Sosialisasi di Manokwari ini juga menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan mekanisme penyaluran bantuan gizi bagi kelompok masyarakat kurang mampu. (LP14/red)

Latest articles

Operasi Miras Ilegal, Polisi Amankan Barang Bukti dari Sejumlah Kios

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Satuan Reserse Narkoba Polresta Manokwari melaksanakan razia peredaran minuman keras tanpa ijin di wilayah Kabupaten Manokwari, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai...

More like this

Pemprov Papua Barat Usul Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat ke Kementerian ESDM

JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)...

DPRK Manokwari Soroti Sampah di Kali Wosi, Warga Diminta Tingkatkan Kepedulian Lingkungan

MANOKWARI, Linkpapua.id— Komisi III DPRK Manokwari menemukan banyaknya tumpukan sampah di sepanjang Kali Wosi...

DPRK Manokwari Tinjau Kali Wosi, Temukan Bangunan di DAS dan Soroti Talut Belum Tuntas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Komisi III DPRK Manokwari pada Selasa (14/4/2026)melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik...