Ancaman Abrasi Bandara Utarum, Dewan Minta PUPR Redesain Total Breakwater

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat meminta Dinas PUPR meredesain total pembangunan breakwater di Kabupaten Kaimana Rekomendasi itu dikeluarkan setelah abrasi disebut mengancam landasan pacu Bandara Utarum Kaimana.

“Terjadi kesalahan metodologi teknik karena kubus beton dipasang tanpa lapisan dasar sehingga menyebabkan kubus tenggelam,” kata Wakil Ketua Pansus DPRP Papua Barat Agustinus Orocomna saat membacakan rekomendasi pansus terhadap LKPJ Gubernur Papua Barat tahun anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRP Papua Barat di Hotel Aston Niu, Selasa (19/5/2026).

Baca juga:  Pansus DPRP Papua Barat Rampungkan Pembahasan LKPJ 2025, Hasilkan 25 Rekomendasi

Dinas PUPR Papua Barat mengelola pagu anggaran sebesar Rp480,4 miliar. Realisasi keuangannya mencapai Rp433 miliar atau 90,13 persen.

Meski serapan anggaran cukup tinggi, pansus menemukan persoalan teknis pada proyek pengaman pantai di Kaimana. Temuan itu didapat setelah pansus melakukan peninjauan lapangan pada 30 April 2026.

Pansus menemukan struktur breakwater atau penahan ombak di Kelurahan Trikora hingga Kampung Coa gagal berfungsi meredam energi ombak. Kubus beton disebut tenggelam karena dipasang tanpa lapisan dasar.

Baca juga:  Peringati Hari Pengayoman ke-79, Kemenkumham Papua Barat Gelar Ziarah di TMP Trikora Manokwari

Kondisi abrasi disebut telah memasuki level darurat. Abrasi merobohkan pagar pengaman dan mengancam landasan pacu Bandara Utarum Kaimana dengan jarak tersisa sekitar 40 meter.

Selain itu, DPRP Papua Barat menyoroti proyek Pengaman Pantai Amban Paket 2 senilai Rp499 juta. Proyek itu dinilai mengalami malapraktik teknik.

Kubus beton yang semestinya dipasang sebagai breakwater lepas pantai justru dipasang menempel ke daratan. Akibatnya, ombak tetap menghantam bibir pantai dan memicu abrasi.

Atas temuan itu, DPRP Papua Barat merekomendasikan Gubernur Papua Barat menginstruksikan Dinas PUPR melakukan redesain total pembangunan breakwater di Kaimana. Redesain itu diminta menggunakan teknologi tetrapod untuk melindungi Bandara Utarum dan permukiman warga.

Baca juga:  Pengumuman! Papua Barat akan Rekrut 250 Jaksa Afirmasi

Pansus DPRP Papua Barat juga menyinggung pembangunan Hall A Sport Center Susweni. DPRP meminta proyek tersebut segera dilanjutkan hingga fungsional.

DPRP menilai Hall A Sport Center Susweni dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana olahraga, kepemudaan, pendidikan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Proyek itu diminta dilanjutkan sampai tuntas. (LP14/red)

Latest articles

Polisi Tangkap 3 Pencuri Berbagai TKP di Bintuni, Uang Rp155 juta-Senapan...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Polisi menangkap 3 terduga pelaku pencurian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Polisi menyita uang Rp155 juta hingga senapan angin...

More like this

Harkitnas 2026, Wagub Papua Barat Ingatkan Tantangan Bangsa Bergeser ke Ruang Digital

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani mengingatkan tantangan kebangkitan nasional...

DPRP Papua Barat Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Wagub Minta OPD Segera Tindak Lanjuti

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani memerintahkan seluruh pimpinan organisasi...

DPRP Papua Barat: Dana Otsus Jangan Topang Belanja Birokrasi

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat mendesak pemerintah daerah menghentikan penggunaan Dana Otonomi Khusus...